Siswa MTs Raudatut Thalibin tampak bersemangat saat penanaman bibit mangrove di Kepulauan Meranti, beberapa waktu lalu.
SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Suara ombak Pantai Parit Besar, Desa Kedaburapat, Rangsang Pesisir, berpadu dengan tawa riang puluhan pelajar Pramuka, Jumat pagi (31/10). Di tangan mereka tergenggam bibit mangrove yang siap ditanam, membawa semangat untuk menjaga bumi dari abrasi yang terus menggerus pesisir Meranti.
Kegiatan bertajuk “Green Policing, Peduli Lingkungan dari Rumah dan Sekolah” ini digagas oleh Polres Kepulauan Meranti bersama Pramuka MTs Raudatut Thalibin. Aksi tersebut menjadi langkah nyata dalam mencegah abrasi yang kian parah di kawasan pesisir Rangsang Pesisir.
Menurut data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kepulauan Meranti, abrasi di wilayah itu sudah menggerus garis pantai hingga 3–5 meter per tahun, terutama di Desa Kedaburapat dan Tanjung Kedabu. Dalam satu dekade terakhir, puluhan hektare lahan produktif hilang tersapu laut.
Wakapolsek Rangsang, Ipda Dongan M Manalu, yang memimpin kegiatan tersebut mengatakan, menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. “Kami ingin menanamkan semangat cinta lingkungan sejak dini. Anak-anak muda inilah yang akan melanjutkan perjuangan menjaga bumi. Saat mereka menanam satu pohon, sebenarnya mereka sedang menanam masa depan Meranti,” ujarnya.
Selain penanaman mangrove, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi tentang pengelolaan sampah, konservasi air, dan gaya hidup ramah lingkungan. Para siswa belajar bahwa tindakan sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan dapat membawa perubahan besar bagi alam.
Kepala MTs Raudatut Thalibin, Masripah, mengaku bangga melihat antusiasme para siswanya. “Mereka belajar langsung dari alam, bukan dari buku. Nilai tanggung jawab dan gotong royong tumbuh di sini,” katanya.
Sementara Bhabinkamtibmas Desa Kedaburapat, Aiptu Andri Kurniawan, menyebut kegiatan ini juga mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat. “Kami ingin masyarakat melihat bahwa polisi bukan hanya hadir saat ada masalah, tapi juga ketika menanam solusi,” ujarnya sambil tersenyum.
Sukma, pembina Pramuka sekaligus pegiat lingkungan, menambahkan bahwa kondisi pantai kini jauh berbeda dibanding dulu. “Garis pantai dulu masih jauh. Sekarang banyak yang hilang. Kalau kita tidak mulai menanam hari ini, mungkin beberapa tahun lagi pantai ini tinggal cerita,” katanya lirih.
Kegiatan ini juga melibatkan warga sekitar yang ikut membantu menanam dan menyiram bibit mangrove. Suasana gotong royong dan semangat kebersamaan terasa hangat di tengah teriknya matahari pagi.
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH, mengatakan program Green Policing adalah bagian dari strategi Polri dalam membangun kesadaran sosial dan ekologis di tengah masyarakat. “Tugas polisi bukan hanya menegakkan hukum, tapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Ini sejalan dengan visi Kapolda Riau untuk membangun kesadaran lingkungan dari desa,” tegasnya.
Ia menambahkan, tantangan lingkungan seperti perubahan iklim, karhutla, dan abrasi menuntut kerja sama lintas sektor. “Menjaga lingkungan bukan tugas satu instansi, tapi tanggung jawab bersama,” pungkasnya.
Menjelang siang, ratusan bibit mangrove muda berdiri tegak di sepanjang pantai. Di tengah lumpur yang menempel di kaki para pelajar, tersimpan simbol kepedulian yang tumbuh—langkah kecil yang berarti besar untuk masa depan Meranti.
IPC Terminal Petikemas mempercepat digitalisasi layanan pelabuhan untuk meningkatkan efisiensi bongkar muat dan mendukung arus…
Sebanyak 304.717 warga kurang mampu di Pekanbaru menikmati layanan kesehatan gratis melalui program UHC hanya…
Universitas Riau mengukuhkan delapan profesor baru sebagai penguatan riset dan kontribusi intelektual dalam mendukung pembangunan…
Pemko Pekanbaru melarang penebangan pohon besar tanpa izin. Kebijakan ini mendukung program Green City dan…
Satlantas Polresta Pekanbaru menggelar patroli Blue Light dini hari dan mengamankan 12 sepeda motor pelanggar…
PT Butala Menang Abadi meluncurkan Menang Member Card di awal 2026 untuk mempermudah jemaah umrah…