Categories: Hukum Kriminal

Rekonstruksi Penganiayaan Satrio: Delapan Adegan Dibuka, Satu Pelaku Masih Buron

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) Rekonstruksi kasus penganiayaan yang menewaskan Satrio Wardhana Ramadhan digelar di Mapolsek Bukit Raya dan dipimpin langsung Kanit Reskrim Ipda Muhammad Zamhur.

Pada proses tersebut, dua tersangka memperagakan delapan adegan yang menggambarkan secara runtut bagaimana aksi kekerasan terjadi hingga menimbulkan korban jiwa.

Setiap adegan diperagakan kembali untuk mencocokkan keterangan para tersangka, saksi, serta bukti yang telah dihimpun penyidik.
“Total ada delapan reka adegan. Para pelaku mengulangi sekaligus menjelaskan peran masing-masing dalam kejadian itu,” ujar Ipda Zamhur.

Ia menegaskan bahwa rekonstruksi menjadi bagian penting untuk memperjelas rangkaian peristiwa dan menguatkan berkas perkara sebelum dilimpahkan. Saat ini sudah ada dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka, sementara satu pelaku lainnya, Budi Utomo alias Budi Toyo, masih dalam pengejaran.
“Pengejaran terhadap pelaku yang buron terus dilakukan. Mudah-mudahan segera bisa kami amankan,” tambahnya.

Rekonstruksi turut dihadiri kuasa hukum korban, Al Fikri, beserta kedua orang tua Satrio. Namun, keluarga hanya mampu mengikuti sebagian proses karena masih diliputi kesedihan mendalam.
“Orang tua korban tidak sanggup menyaksikan seluruh adegan karena masih sangat terpukul,” kata Al Fikri.

Pihak keluarga berharap proses penyidikan berjalan transparan dan memberikan keadilan bagi Satrio.
“Kami percaya proses penegakan hukum. Kami terus berkomunikasi dengan Polsek Bukit Raya dan JPU,” ujarnya.

Ia juga meminta kepolisian segera menangkap Budi Utomo agar seluruh pelaku dapat dimintai pertanggungjawaban secara penuh. Keluarga menegaskan mereka menginginkan hukuman yang setimpal bagi para pelaku.

Satrio Wardhana Ramadhan diketahui meninggal dunia setelah dianiaya sekelompok orang pada Kamis (23/10) dini hari di Jalan Duyung, Kecamatan Marpoyan Damai. Korban sebelumnya dituduh mencuri sebelum menjadi sasaran pengeroyokan brutal yang menyebabkan luka berat hingga merenggut nyawanya.
Kasus ini menyita perhatian publik, dan polisi memastikan penyidikan dilakukan secara profesional serta terbuka hingga seluruh pelaku ditangkap dan diproses sesuai hukum.

Redaksi

Recent Posts

Oknum Guru Diduga Lecehkan Siswi SMAN di Pekanbaru, Kasus Dilaporkan ke Polisi

Oknum guru di salah satu SMAN Pekanbaru diduga melakukan pelecehan terhadap siswi saat kegiatan sekolah…

2 hari ago

THR Wajib Dibayar H-7 Lebaran, Disnaker Bengkalis dan Kuansing Buka Posko Pengaduan

Disnaker Bengkalis dan Kuansing menetapkan pembayaran THR pekerja paling lambat H-7 Idulfitri 1447 H dan…

2 hari ago

Bukber Ala Timur Tengah, Whiz Prime Hotel Hadirkan Iftar Sahara Mulai Rp115 Ribu

Whiz Prime Hotel Sudirman Pekanbaru hadirkan program Iftar Sahara dengan menu Timur Tengah dan Nusantara…

2 hari ago

Kolaborasi Lawan Stunting, PTPN IV PalmCo Intervensi Gizi Anak di Rokan Hulu

PTPN IV PalmCo melalui Regional III menggulirkan program intervensi stunting bagi 100 anak di Rohul…

2 hari ago

Emosi Dipicu Knalpot Bising, Pria di Inhil Bacok Tetangga Sendiri

Gara-gara knalpot motor bising, seorang siswa di Tempuling, Inhil dibacok tetangganya. Pelaku berhasil ditangkap polisi…

2 hari ago

Aksi Spanduk di Gerbang Sekolah, Kegiatan Belajar di SMPN 2 Batang Peranap Terhenti

Spanduk kecaman terhadap kepala sekolah terpasang di SMPN 2 Batang Peranap. Akibatnya, siswa tak bisa…

3 hari ago