Categories: Hukum Kriminal

Aniaya Istri karena Ditolak Berhubungan Intim

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Y alias Anes (59) kini mendekam di sel tahanan Polsek Tenayan Raya. Dia sebelumnya menganiaya sang istri menggunakan batu hingga babak belur. Pasalnya, Y kesal ditolak berhubungan intim.

Penolakan ini membakar api cemburu dalam diri pria paruh baya yang sehari-hari mencari nafkah sebagai  pengemudi ojek online ini. Dia curiga sang istri ada main dengan laki-laki lain hingga bersikap dingin pada dirinya.

Kapolresta Pekanbaru Kombespol Nandang Mu’min Wijaya melalui Kapolsek Tenayan Raya Kompol M Hanafi mengatakan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ini terjadi karena korban enggan tidur bersama pelaku yang merupakan suaminya sendiri hingga terjadi penganiayaan.

“Suaminya memukul istrinya dengan batu pada bagian wajah dan kepala. Sehingga, korban mengalami luka robek yang mengeluarkan darah dan lebam pada bagian wajah korban,” terangnya. Dari hasil interogasi, Y mengakui motif melakukan KDRT terhadap korban karena merasa  kesal dan cemburu dengan korban. “Dikarenakan korban sudah punya laki-laki lain, dan tersangka ingin meminta hubungan intim namun korban tidak mau melakukan hubungan intim selayaknya suami istri,” urainya.

Kapolsek menyebut kejadian itu terjadi pada Jumat (9/10) pukul 22.00 malam. Sehari setelah kejadian pun dilaporkan ke Polsek Tenayan Raya. Usai insiden itu, suami korban sempat melarikan diri. “Pelaku dapat diamankan pada Jumat, (22/10) pukul 22.00 WIB,’’  katanya.(sof)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Air Sungai Kuantan Mulai Surut, Warga Kuansing Diminta Tetap Waspada

Debit Sungai Kuantan di Kuansing mulai surut usai banjir dua hari. BPBD mencatat 526 rumah…

9 jam ago

Riezka Rahmatiana Garap Lahan Tidur di Riau, Dorong Ketahanan Pangan Nasional

Riezka Rahmatiana dorong ketahanan pangan di Riau lewat pengelolaan lahan tidur menjadi lahan produktif bersama…

13 jam ago

Sempat Hilang Dua Hari, Korban Tenggelam di Sungai Kampar Ditemukan 2 Kilometer dari Lokasi Awal

Rahmadani (13), bocah yang tenggelam di Sungai Kampar, ditemukan meninggal dunia setelah pencarian intensif selama…

19 jam ago

Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis

Ratusan warga Bengkalis menyerbu pasar murah Minyakita dan beras SPHP. Stok cepat habis, pemerintah siapkan…

2 hari ago

267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan

Sebanyak 267 pedagang pasar subuh mendukung relokasi sementara untuk penataan Pasar Induk Tembilahan agar lebih…

2 hari ago

Remaja 13 Tahun Diduga Terseret Arus di Sungai Kampar, Pencarian Masih Berlangsung

Remaja 13 tahun dilaporkan tenggelam di Sungai Kampar kawasan Kuok. Tim BPBD bersama warga masih…

2 hari ago