Categories: Hukum Kriminal

Cabuli Bocah Sesama Jenis, ART Ditangkap

 

DURI (RIAUPOS.CO) – Diduga melakukan aksi pencabulan sesama jenis terhadap anak laki-laki di bawah umur, seorang laki-laki berinisial R (23) yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di, Kecamatan Mandau dibekuk Tim Opsnal Polsek Mandau, Rabu (15/1).

“Pelaku sudah kami amankan bersama barang bukti atas dugaan tindak pidana melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan dengan cara membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul,” ujar Kapolsek Mandau AKP Primadona SIK MSi, Jumat (17/1).

Ia menyebutkan, modus operandi yang dilakukan pelaku terhadap korban yang masih pelajar, adalah dengan mengiming-imingi dan menjanjikan uang sebesar Rp50 ribu.

“Ini setelah kami melakukan pemeriksaan beberapa orang saksi dan orang tua korban yang tak terima anaknya diperlakukan tak senonoh oleh tersangka,” ujar Kapolsek.

Ia juga menjelaskan, kejadiannya pada Ahad (12/1) sekitar pukul 16.00 WIB, di Kecamatan Mandau. Kapolsek juga menyebutkan, korban mengaku bahwa pencabulan tersebut terjadi sebanyak 6 kali di mana pencabulan pertama terjadi sekitar Juni 2024 sekira jam 16.00 WIB di rumah kosong.

Setelah menerima laporan, petugas polsek juga membuatkan surat agar dilakukan visum di Rumah Sakit Umum Duri. ”Pengungkapan kasus setelah kami lakukan proses penyelidikan melalui pemeriksaan terhadap pelapor serta saksi-saksi dan kemudian mengumpulkan barang bukti, korban dan keluarga korban datang ke Polsek Mandau dengan membawa pelaku ke Polsek Mandau pada Rabu (15/1) sekira pukul 22.00 WIB. Dan setelah dilakukan interogasi secara singkat, pelaku mengakui perbuatannya,” katanya.

”Barang bukti yang diamankan baju kaos oblong lengan pendek warna abu-abu, celana panjang warna hitam berbahan jeans dan handphone,” ujar Kapolsek menambahkan.

Tersangka dijerat dengan Pasal 82 ayat (1) Jo Pasal 76E UU RI  Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun paling lama 15 tahun.(ksm)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Miris! Tiga Anak di Siak Setiap Hari Mengemis, Orang Tua Diberi Ultimatum

Tiga anak di Siak tak lagi sekolah dan setiap hari mengemis di jalan. Dinsos turun…

14 jam ago

Fazya-Halda Dinobatkan sebagai Bujang Dara Meranti 2026, Siap Melangkah ke Tingkat Riau

Muhammad Fazya Kurniawan dan Halda Mirsyanda terpilih sebagai Bujang Dara Meranti 2026 dan akan mewakili…

14 jam ago

MUI Ingatkan Warga Jelang Agustusan: Soal Pakaian Karnaval hingga Hadiah Lomba

MUI mengingatkan masyarakat soal ketentuan agama dalam karnaval dan lomba Agustusan, termasuk busana serta penggunaan…

15 jam ago

Target 100 Pohon per Gudep, Wali Kota Pekanbaru Libatkan Pramuka dalam Green City

Wali Kota Pekanbaru mendorong Pramuka menjadi pelopor green city dengan target setiap gudep menanam dan…

15 jam ago

23,6 Kilometer Jalan Rusak di Pekanbaru Sudah Diperbaiki, Ini Ruas yang Masih Digarap

Perbaikan jalan di Pekanbaru terus dikebut. Dari target lebih dari 42 kilometer, sebanyak 23,6 kilometer…

15 jam ago

Karhutla di Inhu Meluas hingga 50 Hektare, Api Mulai Merangsek ke Hutan Primer

Karhutla di Sungai Guntung Hilir, Inhu, meluas hingga 50 hektare dan sulit dipadamkan karena asap…

18 jam ago