korban-penipuan-banyak-alasan-nia-daniaty-ditahan
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih memproses pengajuan penangguhan penahanan yang diajukan tersangka kasus penipuan CPNS, Olivia Nathania.
Diketahui, pengacara dari anak selebritas Nia Daniaty, Susanti Daniaty, telah mengajukan penangguhan penahanan dan meminta agar kliennya menjadi tahanan kota.
"Ini sedang berproses. Memang ada penangguhan penahanan silakan saja itu hak," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Yusri Yunus kepada wartawan, Jumat (12/11/2021) sore.
Kendati demikian, Yusri menyebut bahwa ada banyak orang yang menjadi korban dalam aksi penipuan ini. Hal ini, kata Yusri, akan menjadi pertimbangan penyidik dalam memutuskan soal penangguhan penahanan tersebut.
"Jadi ini pertimbangan penyidik apakah bisa memberikan penangguhan kepada yang bersangkutan, dilihat dari korban-korban cukup banyak, ini banyak orang sudah ditipu. Ini jadi pertimbangan," tutur dia, tanpa menyebut pasti angkanya.
Diketahui, polisi telah menetapkan lima tersangka dalam kasus penipuan perekrutan CPNS. Mereka yakni Olivia Nathania, FM, ES, R, dan SN.
Olivia telah diperiksa sebagai tersangka pada Kamis (11/11). Setelah diperiksa, Olivia langsung ditahan untuk 20 hari ke depan di Rutan Polda Metro Jaya.
Sedangkan untuk keempat tersangka lainnya, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih menjadwalkan panggilan pemeriksaan.
"Akan kami panggil, kami sedang jadwalkan untuk panggil empat orang tersebut untuk kami periksa sebagai tersangka," ucap Yusri.
Sumber: JPNN/News/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun
Polisi dalami kasus lansia tewas di Rumbai, Pekanbaru. Olah TKP kedua dilakukan, empat saksi diperiksa,…
Antrean panjang BBM terjadi di Pekanbaru. Warga rela antre hingga satu jam, bahkan membeli eceran…
Jalan di Lubuk Betung Rohul kini mulus usai diaspal. Warga rasakan manfaatnya dan ucapkan terima…
SPBU Bangkinang tambah pasokan Pertalite hingga 16 ton untuk atasi antrean panjang jelang akhir bulan,…
Seorang JCH Kuansing meninggal dunia usai alami serangan jantung saat pelepasan. Jenazah dimakamkan di kampung…
Pengakuan satpam PUPR Riau di sidang Tipikor ungkap pengantaran uang Rp300 juta terkait dugaan pemerasan…