Categories: Hukum Kriminal

Kata Ulama Benten Ini, Pelaku Teror Tak Utuh Pahami Islam

LEBAK (RIAUPOS.CO) – Ulama terkemuka di Kabupaten Lebak, Banten, Kiai Haji Nurhaedi, mengatakan, pelaku teror di berbagai daerah karena mereka tidak utuh memahami konsep Islam.

"Sebetulnya, konsep Islam itu agama rahmatan lil alamin yang penuh kasih sayang dan damai bagi alam semesta," kata pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Madani di Kabupaten Lebak tersebut, Ahad (11/4/2021).

Menurut Nurhaedi, berkembangnya paham sektoral yang melakukan aksi terorisme dan radikalisme itu karena mereka tidak utuh menerima konsep Islam.

Pelaku teror itu, lanjut dia, menyebarkan semangat jihad yang sesat untuk melakukan pembunuhan terhadap orang-orang tak berdosa.

Pemahaman jihad sepotong-potong dan tidak seutuhnya itu, menurut Nurhaedi, berbahaya dan haram hukumnya. Pasalnya, pengertian jihad bagi pelaku teror merupakan perbuatan amaliah dan jika mati masuk surga.

Pemahaman jihad yang salah dan menyesatkan itu, kata dia, dikembangkan oleh jaringan mereka dengan menyebar informasi melalui media sosial.

Padahal, kata dia, konsep Islam tentang pengertian jihad sangat luas dan orang mencari ilmu dan bekerja sama saja melakukan perbuatan jihad. Namun, menurut dia, jihad yang berat bagi umat Islam adalah menahan hawa nafsu.

"Kami berharap masyarakat dapat mewaspadai penyebaran pemahaman sektoral itu karena perbuatan sesat dan menyesatkan," katanya menandaskan.

Dia lantas mengimbau masyarakat jangan mudah terpengaruh pemahaman sektoral itu. Hal ini mengingat, kata dia, mereka merekrut masyarakat berusia di bawah 40 tahun dengan anggapan pada umur tersebut pemikirannya labil, kemudian mereka dengan mudahnya memengaruhi kalangan muda untuk berjihad sesat itu.

Ia mencontohkan pelaku teror di Gereja Katedral Makassar dan Mabes Polri yang masih berusia muda. Bahkan, pelaku teror tidak hanya laki-laki, tetapi mereka memanfaatkan kaum perempuan, bahkan tidak menutup kemungkinan ke depan bisa saja anak-anak.

Oleh karena itu, pintanya, penegak hukum harus bertindak tegas dan cepat menangani kasus terorisme dan radikalisme karena menjadikan ancaman memecah-belah bangsa. Selain itu, lanjut dia, pelaku teror di antaranya fanatisme secara berlebihan terhadap ISIS di Irak dan Suriah.

"Kami bersama-sama dengan aparat, ulama, dan tokoh mengantisipasi pemahaman sektoral itu agar tidak berkembang," katanya.

Ia mengajak masyarakat yang ingin putra/putrinya mendalami konsep dan ilmu agama Islam tentu lebih baik menerima pendidikan di ponpes salafiah atau tradisional sebab di tempat ini mereka memperdalam kajian kitab-kitab gundul untuk membahas ilmu fikih, tasauf, muamalah, dan lainnya.

"Saya kira sejak dahulu hingga sekarang ponpes salafiah tidak ada yang terlibat pelaku terorisme maupun radikalisme," katanya menegaskan.

Sumber: JPNN/Antara/Pojoksatu
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

APBD Terbatas, Meranti Andalkan Program IJD untuk Benahi 9,6 Km Jalan

Pemkab Kepulauan Meranti mengusulkan tiga ruas jalan sepanjang 9,6 km masuk program IJD dengan kebutuhan…

17 jam ago

Kabut Asap Karhutla Kembali Selimuti Pekanbaru, Polusi Tertinggi Ketiga di Indonesia

Kabut asap karhutla masih menyelimuti Pekanbaru. Kualitas udara memburuk, AQI mencapai 171 dan 156 titik…

18 jam ago

Bentrokan Konflik Lahan 80 Hektare di Kuansing, 9 Orang Terluka

Bentrokan dua kelompok terkait konflik lahan 80 hektare terjadi di Kuansing. Sembilan orang terluka dan…

18 jam ago

Jalan Sontang-Duri Kembali Berlumpur, Truk Bermuatan Berat Banyak Terjebak

Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan menggerus timbunan. Truk bermuatan berat kesulitan melintas dan terjebak…

18 jam ago

Erupsi 4 Gunung Bikin 8 Bandara Ditutup, 35 Penerbangan Pekanbaru-Jakarta Batal

Erupsi empat gunung mengganggu penerbangan. Sebanyak 35 penerbangan dari dan ke Pekanbaru batal setelah delapan…

19 jam ago

Distribusi Tersendat, Semen di Rohul Langka hingga Warga Harus Antre

Kelangkaan semen di Rohul hampir sebulan membuat warga harus booking. Omzet toko bangunan turun hingga…

19 jam ago