Categories: Hukum Kriminal

Berpistol dan Mengaku Anggota BNN, Komplotan Pemeras Warga Diringkus Polisi

PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) – Polsek Pangkalan Kerinci kembali berhasil mengungkap kasus tindak pidana pemerasan. Kali ini, satu dari empat pelaku komplotan bersenjata yang mengaku sebagai anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil ditangkap aparat Kepolisian.

Pelaku berinisial Jam ditangkap di Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Ahad (9/11) sekitar pukul 11.00 WIB, setelah sebelumnya memeras warga dengan modus berpura-pura sebagai petugas BNN dan menodongkan pistol.

Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara SIK melalui Kapolsek Pangkalan Kerinci AKP Shilton SIK membenarkan penangkapan tersebut. Ia menjelaskan, kasus itu bermula dari laporan korban bernama Aulia Evem pada Jumat (7/10) lalu.

“Awalnya, korban dan rekannya berinisial J diberhentikan oleh tujuh orang pelaku tak dikenal yang mengaku sebagai anggota BNN. Mereka menuduh korban terlibat jaringan narkoba dan menodongkan pistol,” terang Shilton, Ahad (9/10).

Para pelaku bahkan sempat menembakkan pistol ke udara dua kali untuk menakut-nakuti korban. Setelah itu, korban dimasukkan ke dalam bagasi mobil pelaku dan dibawa menuju arah Pekanbaru.

Dalam perjalanan, salah satu korban, Joni, dianiaya dan dipaksa menghubungi keluarganya untuk menyerahkan uang ratusan juta rupiah. “Korban akhirnya menghubungi keluarganya dan ditransferlah uang Rp200 juta ke rekening tersangka Jamroni,” ujar Shilton.

Usai menerima uang, para pelaku melepaskan korban. Tidak terima dengan perlakuan itu, korban kemudian melapor ke Polsek Pangkalan Kerinci. Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil menangkap tersangka Jamroni di Kuantan Tengah, Kabupaten Kuansing.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 368 ayat (1) KUHP tentang Pemerasan dan kini ditahan di Polsek Pangkalan Kerinci untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Satu tersangka berhasil kami amankan, sementara tiga pelaku lainnya melarikan diri ke Sumatera Barat dan masih dalam pengejaran. Kami juga mengimbau warga yang pernah menjadi korban untuk segera melapor ke kepolisian terdekat,” tutup Shilton.

Laporan MUHAMMAD AMIN, Pangkalankerinci

Redaksi

Recent Posts

Bupati Inhu Dorong UMKM Urus Sertifikat Halal Gratis, OPD Diminta Aktif Dampingi

Bupati Inhu meminta OPD mendampingi UMKM mengurus sertifikat halal gratis agar pelaku usaha memanfaatkan program…

3 jam ago

APHI Riau Dorong Pelaku Usaha Hutan Garap Peluang Bisnis Karbon Lewat Aturan Baru

APHI Riau dan Fairatmos menggelar diskusi perdagangan karbon guna memperkuat kapasitas pemegang PBPH menyambut implementasi…

4 jam ago

Diterjang Ombak Besar, Speedboat Rute Kuala Tungkal–Sungai Guntung Karam, Seluruh Penumpang Selamat

Speedboat SB Karya Budi karam diterjang ombak besar di perairan Mandah, Inhil. Berkat kesigapan nakhoda,…

6 jam ago

16 ASN Pemko Pekanbaru Resmi Dilantik, Wako Agung: Kinerja Akan Terus Dievaluasi

Pemko Pekanbaru melantik 16 ASN dalam mutasi dan rotasi jabatan. Wali Kota Agung Nugroho menegaskan…

8 jam ago

Masih Nekat Buang Sampah Sembarangan, 29 Pelanggar di Pekanbaru Ditindak DLHK

DLHK Pekanbaru menindak 29 pelanggar yang membuang sampah sembarangan selama Januari-Juni 2026. Denda Rp11,95 juta…

8 jam ago

Aksi Standing di Jembatan Rantau Berangin Berujung Petaka, Pemuda Kampar Jatuh ke Sungai Kampar

Seorang pemuda di Kampar diduga terjatuh ke Sungai Kampar usai melakukan aksi standing di atas…

8 jam ago