Categories: Hukum Kriminal

Dilakban di Kursi, Balita Diduga Menjadi Korban Penganiayaan di Penitipan Anak

RIAUPOS.CO – Seorang balita berusia 4 tahun menjadi korban penganiayaan saat dititipkan di salah satu tempat penitipan anak (daycare), di Kota Pekanbaru.

Ternyata penganiayaan ini tidak terjadi baru-baru ini. Melainkan Polisi telah memproses kasus ini hampir satu bulan belakangan.

Hal ini dibenarkan Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bery Juana Putra. Menurutnya, sejauh ini sudah empat saksi dimintai keterangan.

“Kami sudah periska empat saksi, untuk pelaku berinisial WF, sudah kita tetapkan tersangka,” ujar Kompol Bery, Kamis (8/8/2024).

Kasus ini terungkap berawal dari informasi yang diterima orang tua korban, Aya Sofia, dari salah seorang karyawan daycare.

Sebuah video memperlihatkan bahwa sang anak dilakban di kursi oleh tersangka WF. Yaitu bagian kaki, tangan bahkan mulutnya.

Atas bukti video tersebut, ibu korban langsung membuat laporan ke Polresta Pekanbaru.

Menurut Kompol Bery, antara tersangka dan ibu korban atau pelapor, sudah saling kenal. Karena sang anak sudah lumayan lama dititipkan di daycare tersebut.

Selain itu, dalam kasus ini Polisi tidak mendapatkan hasil visum. Karena peristiwa penganiayaan terjadi sudah lama kemudian baru dilaporkan.

“Jadi karena itu (tak ada hasil visum, red), ancaman hukumannya 3 tahun (penjara, red),” sebut Kasat Reskrim.

Tetangga Kerap Mendengar Suara Tangisan

Pada Kamis (8/8/2024), Riaupos.co pun mencoba menelusuri lokasi tempat penitipan anak atau daycare tersebut yang berada di Jalan Kaharuddin Nasution, Gang Anugerah, RT 01/RW 2 Kecamatan Bukit Raya.

Setibanya di lokasi, tidak terlihat ada aktivitas di rumah bulatan berwarna putih yang menjadi tempat penitipan anak tersebut. Warga sekitar menuturkan, pemilik penitipan anak tersebut berinisial Wi sepertinya tidak berada di tempat.

Ia menceritakan, dulunya Wi tinggal di Jalan Pandawa Lima, tetapi sekarang sudah pindah ke Gang Anugerah, RT 01/RW 2 Kecamatan Bukit Raya tempat orang tuanya.

“Iya, dulu dia (Wi) itu tinggal di Gang Pandawa Lima, dia membuka usaha penitipan anak di sana, tetapi sekarang sudah pindah ke Gang Anugerah tempat orangtuanya di sini. Anak-anaknya juga di bawa semuanya ke sini,” ujar salah seorang tetangga Wi.

Ia menceritakan, dulunya memang banyak anak-anak yang diasuhnya dengan memperkejakan beberapa orang pegawai, tetapi saat ini pegawainya hanya tinggal satu orang. Begitu juga dengan anak yang diasuhnya sudah sejak beberapa bulan lalu, tidak begitu banyak lagi.

Bahkan, dirinya sebagai tetangga kerap mendengar suara tangisan anak yang berasal dari rumah Wi tersebut. “Kami kerap sekali mendengar suara anak kecil nangis, itu terjadi sekitar sebulan yang lalu lah. Kami gak tau juga apa yang terjadi, selama ini terlihat baik-baik aja,” sebutnya.

Laporan: Hendrawan Kariman dan Dofi Iskandar (Pekanbaru)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Oknum Guru Diduga Lecehkan Siswi SMAN di Pekanbaru, Kasus Dilaporkan ke Polisi

Oknum guru di salah satu SMAN Pekanbaru diduga melakukan pelecehan terhadap siswi saat kegiatan sekolah…

1 hari ago

THR Wajib Dibayar H-7 Lebaran, Disnaker Bengkalis dan Kuansing Buka Posko Pengaduan

Disnaker Bengkalis dan Kuansing menetapkan pembayaran THR pekerja paling lambat H-7 Idulfitri 1447 H dan…

1 hari ago

Bukber Ala Timur Tengah, Whiz Prime Hotel Hadirkan Iftar Sahara Mulai Rp115 Ribu

Whiz Prime Hotel Sudirman Pekanbaru hadirkan program Iftar Sahara dengan menu Timur Tengah dan Nusantara…

1 hari ago

Kolaborasi Lawan Stunting, PTPN IV PalmCo Intervensi Gizi Anak di Rokan Hulu

PTPN IV PalmCo melalui Regional III menggulirkan program intervensi stunting bagi 100 anak di Rohul…

1 hari ago

Emosi Dipicu Knalpot Bising, Pria di Inhil Bacok Tetangga Sendiri

Gara-gara knalpot motor bising, seorang siswa di Tempuling, Inhil dibacok tetangganya. Pelaku berhasil ditangkap polisi…

1 hari ago

Aksi Spanduk di Gerbang Sekolah, Kegiatan Belajar di SMPN 2 Batang Peranap Terhenti

Spanduk kecaman terhadap kepala sekolah terpasang di SMPN 2 Batang Peranap. Akibatnya, siswa tak bisa…

2 hari ago