Categories: Hukum Kriminal

Tiba di Gedung KPK, Mantan Pj Wako Pekanbaru Risnandar Mahiwa Beri Gestur Salam dan Sekda Indra Pomi Tertunduk saat Digiring

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Mantan Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru, Risnandar Mahiwa dan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemko Pekanbaru Indra Pomi tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (3/12/2024) sekira pukul 17.40 WIB.

Untuk diketahui, Risnandar Mahiwa resmi dicopot dari jabatannya sebagai orang nomor satu di Pekanbaru dan digantikan oleh Roni Rakhmat.

Pelantikan Roni Rakhmat langsung dipimpin oleh Pj Gubernur Riau, Rachman Hadi di Pekanbaru.

Keduanya, Risnandar dan Indra Pomi diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang dilakukan sehari sebelumnya di Pekanbaru.

Mereka menjalani pemeriksaan lebih dari 20 jam di Mapolresta Pekanbaru.

Dengan pengawalan ketat, Risnandar dan Indra memasuki gedung KPK tanpa memberikan pernyataan apa pun kepada wartawan yang telah menunggu dari siang.

Risnadar menggunakan kaos panjang warna ungu, topi hitam dan masker, dia berjalan santai sambil menundukkan kepala dan mengisyaratkan minta maaf atau salam.

Risnandar menyempatkan memberikan gestur merapatkan kedua telapak tangan kepada Riaupos dan awak media yang sudah menunggu sejak siang saat digiring petugas KPK menuju lobi gedung merah putih.

Sedangkan Indra Pomi menggunakan jaket silver, bermasker, topi putih dan tas ransel yang digendong di bagian depan.

Ia melenggang di belakang Risnandar menghindari sorotan kamera wartawan sambil tertunduk saat digiring.

Seperti informasi yang beredar, ada enam pejabat teras Pemerintah Kota Pekanbaru lainnya yang sebelumnya diberitakan turut diamankan dalam operasi tersebut belum terlihat di Gedung KPK.

Begitupun dari pihak KPK belum memberikan keterangan apapun.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata menyebut operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap Pj Wali Kota Pekanbaru, Risnandar Mahiwa pada Senin (2/12/2024) di Pekanbaru terkait laporan pengeluaran fiktif pengadaan barang.

“Informasi sementara itu terkait dengan penggunaan uang bendahara. Ya jadi kan di sistem keuangan daerah itu kan ada istilahnya itu pengeluaran dulu. Nanti buktinya itu kemudian dipertanggungjawabkan begitu kan,” kata Alexander Marwata, Selasa (3/12/2024).

Dilanjutkan Alexander Marwata, perihal modus yang dilakukan pejabat utama di lingkungan Pemko Pekanbaru tersebut, dinilainya sangat konyol.

“Kebutuhan ganti mengisi brankas, salah satu modusnya itu tadi ada pengambilan cash kemudian dibagi-bagi dengan bukti pengeluaran fiktif. Ini kan konyol,” pungkasnya.

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Razia Gabungan di Sudirman, 117 Kendaraan Langsung Ditindak

Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…

1 hari ago

UHTP Sembelih 4 Sapi Kurban, Daging Dibagikan untuk Warga dan Karyawan

Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…

2 hari ago

Puluhan Tahun Rusak, Jalan Pesisir di Rumbai Segera Mulai Dibangun

Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.

2 hari ago

Lonjakan Penumpang Roro Bengkalis Terjadi Jelang Libur Akhir Pekan dan Iduladha

Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.

2 hari ago

Libur Iduladha, Masuk Wisata Danau Raja Rengat Gratis hingga 1 Juni

Pemkab Inhu menggratiskan tiket masuk, parkir, dan tempat jualan di Wisata Danau Raja Rengat selama…

2 hari ago

Satreskrim Polres Kampar Ringkus Komplotan Pencuri Sapi, Kerugian Capai Rp72 Juta

Polres Kampar menangkap tiga terduga pelaku pencurian empat ekor sapi milik warga Kuok dengan kerugian…

2 hari ago