Categories: Internasional

Sistem Kesehatan Gaza Semakin Kritis

JENEWA (RIAUPOS.CO) – Kondisi sistem kesehatan di Gaza mendapatkan sorotan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO). Perang antara Hamas dan Israel ini membuat layanan kesehatan carut marut. Bantuan kesehatan tidak bisa masuk, staf rumah sakit ditawan dan jadi korban, hingga akhirnya terjadi bencana kesehatan di wilayah itu.

Kepala WHO Tedros Adhanom memperingatkan tentang bencana karena perang tak berkesudahan di Gaza. “Situasi di Gaza utara kini sangatlah buruk,” kata Tedros seperti dilansir dari AFP, Ahad (27/10).

Tedros berkata demikian menyusul apa yang terjadi di Kamal Adwan. Kamal Adwan adalah rumah sakit terakhir yang berfungsi di Gaza Utara dan telah diserbu oleh pasukan Israel pada Jumat (25/10) lalu.

Kementerian Kesehatan Gaza menuduh bahwa serangan terhadap fasilitas di kamp Jabalia menyebabkan dua anak tewas. Serangan di awal Oktober ini juga diduga ada penahanan ratusan staf rumah sakit, pasien, dan orang-orang terlantar.

Tedros mengatakan pada 26 Oktober lalu Kementerian Kesehatan Gaza telah memberitahu WHO kalau pengepungan rumah sakit telah berakhir. Dan WHO mengatakan tiga petugas kesehatan dan seorang karyawan lainnya terluka dalam serangan itu.

“Setelah penahanan 44 staf laki-laki, hanya staf perempuan, direktur rumah sakit, dan satu dokter laki-laki yang tersisa untuk merawat hampir 200 pasien,” katanya. Kondisi ini memerlukan perhatian medis.

Para dokter dan tenaga medis yang merawat juga terbatas peralatannya. “Ada laporan mengenai fasilitas rumah sakit dan perlengkapan medis yang rusak atau hancur selama pengepungan, sangat menyedihkan,” tambahnya.

Dia mengingatkan bahwa rumah sakit tidak bisa diserang saat perang. Bahkan harus dilindungi. “Setiap serangan terhadap fasilitas layanan kesehatan merupakan pelanggaran hukum humaniter internasional,” ucapnya.

Tedros pun mengusulkan agar gencatan senjata segera dilakukan. Hal ini merupakan satu-satunya jalan untuk menyelamatkan sistem perawatan kesehatan di Gaza.(lyn/dra/jpg)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Dibuntuti dari Pekanbaru, Komplotan Jambret Gelang Emas Rp33 Juta Diringkus Polres Siak

Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Siak meringkus dua dari empat pelaku jambret asal Pekanbaru yang…

18 jam ago

Tembus 2.976 Kasus Malaria dan 1.227 DBD, Pemkab Rohil Galakkan Gerakan Kamis Bersih

Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hilir mencatat lonjakan kasus DBD dan malaria hingga September 2026, serta…

18 jam ago

Health Talk BRK Syariah dan KPJ Malaysia: Kenali Gejala Awal dan Penanganan Batu Empedu

KPJ Healthcare Malaysia dan BRK Syariah menggelar health talk di Pekanbaru untuk mengedukasi masyarakat mengenai…

2 hari ago

BKPSDM Rohil Tunjuk Plt untuk Disdikbud, Dinkes, dan Diskominfotiks

BKPSDM Kabupaten Rokan Hilir menyerahkan SK Pelaksana Tugas (Plt) untuk mengisi kekosongan posisi pimpinan di…

2 hari ago

Tim SAR Temukan Korban Kedua Bencana Galodo Solok, Operasi Pencarian Resmi Ditutup

Satu korban hilang akibat galodo Solok ditemukan meninggal dunia pada Jumat (25/9/2026). Total korban jiwa…

3 hari ago

Bareskrim Polri dan Bea Cukai Bengkalis Gagalkan Penyelundupan 28,3 Kg Sabu Malaysia

Bareskrim Polri bersama Bea Cukai Bengkalis menggagalkan penyelundupan 28,3 kg sabu jaringan internasional dan menangkap…

5 hari ago