Dalam foto yang disediakan oleh Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA), menunjukkan sejumlah warga Palestina di lokasi serangan udara Israel di sekitar tenda-tenda untuk pengungsi di dalam tembok Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir al -Balah, di Jalur Gaza tengah, Senin (14/10). F. UNRWA/AFP
JENEWA (RIAUPOS.CO) – Kondisi sistem kesehatan di Gaza mendapatkan sorotan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO). Perang antara Hamas dan Israel ini membuat layanan kesehatan carut marut. Bantuan kesehatan tidak bisa masuk, staf rumah sakit ditawan dan jadi korban, hingga akhirnya terjadi bencana kesehatan di wilayah itu.
Kepala WHO Tedros Adhanom memperingatkan tentang bencana karena perang tak berkesudahan di Gaza. “Situasi di Gaza utara kini sangatlah buruk,” kata Tedros seperti dilansir dari AFP, Ahad (27/10).
Tedros berkata demikian menyusul apa yang terjadi di Kamal Adwan. Kamal Adwan adalah rumah sakit terakhir yang berfungsi di Gaza Utara dan telah diserbu oleh pasukan Israel pada Jumat (25/10) lalu.
Kementerian Kesehatan Gaza menuduh bahwa serangan terhadap fasilitas di kamp Jabalia menyebabkan dua anak tewas. Serangan di awal Oktober ini juga diduga ada penahanan ratusan staf rumah sakit, pasien, dan orang-orang terlantar.
Tedros mengatakan pada 26 Oktober lalu Kementerian Kesehatan Gaza telah memberitahu WHO kalau pengepungan rumah sakit telah berakhir. Dan WHO mengatakan tiga petugas kesehatan dan seorang karyawan lainnya terluka dalam serangan itu.
“Setelah penahanan 44 staf laki-laki, hanya staf perempuan, direktur rumah sakit, dan satu dokter laki-laki yang tersisa untuk merawat hampir 200 pasien,” katanya. Kondisi ini memerlukan perhatian medis.
Para dokter dan tenaga medis yang merawat juga terbatas peralatannya. “Ada laporan mengenai fasilitas rumah sakit dan perlengkapan medis yang rusak atau hancur selama pengepungan, sangat menyedihkan,” tambahnya.
Dia mengingatkan bahwa rumah sakit tidak bisa diserang saat perang. Bahkan harus dilindungi. “Setiap serangan terhadap fasilitas layanan kesehatan merupakan pelanggaran hukum humaniter internasional,” ucapnya.
Tedros pun mengusulkan agar gencatan senjata segera dilakukan. Hal ini merupakan satu-satunya jalan untuk menyelamatkan sistem perawatan kesehatan di Gaza.(lyn/dra/jpg)
Pemkab Rohul usulkan percepatan jadwal penerbangan JCH ke Batam demi efisiensi waktu dan kenyamanan jamaah…
Sebanyak 819 peserta siap ikut MTQ Riau 2026 di Kuansing. Persiapan venue, penginapan, dan kawasan…
PUPR Riau cepat perbaiki jalan amblas di Sudirman Pekanbaru. Enam ruas jalan sudah dibenahi, tiga…
Bangunan liar menjamur di jalan protokol Pekanbaru. Satpol PP segera lakukan penertiban karena ganggu drainase…
Wako Pekanbaru tinjau titik banjir dan temukan masalah drainase serta sampah. Pemko siap lakukan revitalisasi…
SPBU Inhu dorong penggunaan aplikasi XStar untuk BBM subsidi. Warga mengeluh, harga Pertalite di pelosok…