Categories: Hiburan

Ghaniyya Ghazi Bercerita tentang Pengalamannya Bikin Lagu di AS

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Ghaniyya Ghazi Derisa Yuzareta adalah penyanyi muda sekaligus penulis lagu penuh talenta. Dia sudah merilis sejumlah lagu sebelumnya hasil ciptaan sendiri. Seperti lagu berjudul “Pretty Gold” dan “Trapped” yang bisa disaksikan di YouTube.

Dalam beberapa waktu ke depan, Ghaniyya Ghazi akan merilis album yang lagu-lagunya juga merupakan hasil ciptaan sendiri. Albumnya diberi judul Transitions.

Penyanyi yang sempat tampil pada malam penutupan Asian Games 2018 di Palembang itu menyatakan, dalam mencipta lagu dirinya sangat terpengaruh kuat selama mengeyam pendidikan di Berklee College of Music, Boston, Amerika Serikat (AS). Di sana, Ghaniyya memang mengambil jurusan song writing.

Hal itu yang membuat perempuan berusia 20 tahun tersebut mampu merilis lagu hasil ciptaannya sendiri. Menurut Ghaniyya, dalam membuat lagu dirinya terinspirasi dari mana saja. Mulai membaca novel, menonton film, hingga terinspirasi dari lingkungan sekitar. Dari inspirasi yang didapatkan, dia kemudian menerjemahkannya ke dalam lirik dan diolah menjadi sebuah lagu.

Ghaniyya lantas menceritakan pengalaman kuliahnya di AS dan prosesnya dalam menciptakan lagu. Dia mengatakan, kecintaannya dalam menulis lirik lagu berawal dari kelas lyric writing. Di kelas ini, ia harus membuat lirik lagu dan pertemuan di kelas harus mempresentasikan karyanya di hadapan para mahasiswa dan dosen. Karyanya kemudian dibedah, “diadili” melalui sebuah mimbar diskusi yang bertujuan untuk mengasah kemampuan dalam menulis lirik lagu.

’’It’s so meaningful and helpful for me to develop the lyrics of the song I was going to make, di situ kita nggak harus baca novel tapi pikiran kita akan langsung terbuka dengan mendengar karya dari teman-teman kita dan juga dari hasil diskusinya itu,” tutur Ghaniyya dalam keterangannya, Selasa (26/4/2022).

Selain itu, di sana juga disediakan banyak fasilitas untuk menunjang keperluan mahasiswa untuk latihan dan membuat karya-karya baru. Dan yang tidak kalah penting, juga ada panggung apresiasi atas karya karya mahasiswa.

“Seluruh dosen juga sangat membantu untuk setiap masalah yang dihadapi mahasiswa- mahasiswa terutama dalam hal berkarya. Mereka akan selalu siap sedia untuk membantu dalam setiap kesulitan,” jelasnya.

 

Kemampuan bermusik dan proses mencipta lagu Ghaniyya juga semakin terasah karena di AS dia bertemu dan berkolaborasi dengan berbagai macam orang dari berbagai negara. Kolaborasinya terbilang unik karrna mereka membawa genre-genre tradisional dari negaranya masing-masing.

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

 

 

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Antrean Bio Solar Mengular ke Badan Jalan Dishub Pekanbaru Minta Pengelola SPBU Bekerja Sama

Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru mendesak pengelola SPBU untuk aktif mengatur antrean bio solar yang meluber…

9 jam ago

Rumah Camat Merbau Hangus Terbakar di Teluk Belitung

Rumah milik Camat Merbau Wan Jumiati di Jalan Rambutan, Kelurahan Teluk Belitung, hangus terbakar pada…

9 jam ago

Verifikasi Berkas 153 Calon Kades di 54 Desa se-Rohul Diumumkan 27-28 Oktober 2026

Dinas PMPD Kabupaten Rokan Hulu mengingatkan panitia Pilkades serentak di 54 desa untuk menjaga netralitas…

15 jam ago

Aroma Busuk Mirip Telur dan Gas Bocor Resahkan Warga, DLHK Pekanbaru Telusuri Sumber Bau

DLHK Kota Pekanbaru menurunkan tim ke sejumlah kecamatan guna menelusuri sumber bau menyengat menyerupai gas…

16 jam ago

Kabur Usai Cabuli Murid Oknum Guru di Pelalawan Diburu Polisi dan Masuk DPO

Polres Pelalawan menetapkan oknum guru berinisial HS sebagai DPO atas dugaan kejahatan seksual terhadap murid…

16 jam ago

Dikukuhkan Jadi Guru Besar Unri, Prof Yesi Soroti Peran Akuntansi Manajemen di BUMDes

Prof Yesi Mutia Basri SE MSi Ak CA PhD resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang…

16 jam ago