Categories: Hiburan

Gunakan Trauma untuk Bersuara

AKTING Shenina Syawalita Cinnamon sebagai Suryani dalam film Penyalin Cahaya sukses mengantarkannya ke puncak karier. Berkat film tersebut, dia mendapatkan banyak pengalaman dan pelajaran baru. Skill seni perannya pun terasah. Shenina mengungkapkan bahwa Penyalin Cahaya punya makna personal baginya. Ada perasaan trauma pada masa lalu yang dia bawa dalam berkarya sebagai aktris.

Apa alasan utama Shenina mau ikut terlibat dalam film Penyalin Cahaya?

Menurut aku, isu kekerasan seksual di kampus udah harus dibahas. Banyak permasalahan kekerasan seksual yang belum bisa dibahas secara hukum. Jadi, aku pengin banget bisa ikut menyuarakan itu lewat film. Apalagi, aku berperan sebagai penyintas kekerasan seksual di film ini.

Perlu waktu berapa lama dan bagaimana cara kamu menjiwai peran tersebut?

Sekitar tiga bulan aku masuk ke karakternya. Aku mendapatkan cerita-cerita dari luar, gimana trauma yang dilewati para penyintas. Bahkan, aku sampai dikirim Kak Wregas (Bhanuteja, sutradara Penyalin Cahaya) untuk menyendiri di Bali selama beberapa hari. Aku di sana tinggal di kos-kosan supaya nggak ketemu sama banyak orang. Sutradara memang meminta aku tidak bahagia.

Shenina pernah mengalami trauma akibat kekerasan seksual?

Aku pernah merasakan hal tersebut. Pas main di Penyalin Cahaya, aku pengin (perasaan trauma, red) itu muncul. Aku mau kasih lihat ke semua orang apa yang penyintas rasakan dan menyampaikan suara para penyintas yang mungkin belum tersuarakan. Apalagi, di Indonesia, hukuman ke pelaku belum kuat.

Ada pesan yang ingin kamu sampaikan untuk para penyintas?

Aku mau bilang, kalian tuh nggak sendiri. Film ini ada untuk menyuarakan perasaan kalian.

Selain itu, apa pengalaman terseru yang Shenina dapat berkat film Penyalin Cahaya?

Dikasih kesempatan menghadiri acara Busan International Film Festival (BIFF) 2021 di Korea Selatan. Mewakili Indonesia dan membawa karya tuh bikin aku bangga banget. Aku ketemu orang baru di sana dan banyak sharing soal cara mereka berproses. Aku pun sharing tentang proses bikin film di Indonesia dan lain-lain.

Alhamdulillah, di sana ada tiga kali skrining dan semuanya full. Reaksi penonton sangat bagus dan antusias. Apalagi, di setiap skrining ada tanya jawab. Ada pertanyaan dari penonton Korea dan itu di luar ekspektasi aku. Aku bahagia banget mereka sedetail itu.

Kamu juga sukses bikin banyak perempuan di Indonesia iri karena selfie bareng Song Joong-ki. Gimana ceritanya kalian bisa foto bareng?

Hahahaha. Kami ketemu pas dia lagi lewat, terus aku ajak foto bareng deh. Ya, karena kami sama-sama berada di backstage sih.***

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Polisi Ungkap Motif Keji Pembunuhan Dumaris, Dipicu Narkoba dan Foya-Foya

Pelaku curas pembunuhan di Pekanbaru sempat foya-foya di Medan usai beraksi. Polisi ungkap motif dipengaruhi…

5 jam ago

Pendidikan Belum Merata, Abu Bakar Soroti Digitalisasi dan Minimnya Pengawasan Pusat

Abu Bakar soroti kesenjangan pendidikan daerah dan dorong perubahan sistem serta respons cepat pemerintah di…

6 jam ago

Dari Penggerebekan Polres Siak, Kades Langkai Ternyata Positif Narkoba

Kades Langkai Siak positif narkoba usai penggerebekan kasus sabu. Polisi amankan 4 tersangka dan barang…

7 jam ago

Mantan Ajudan Sekwan Pekanbaru Dituntut 4 Tahun Penjara, Kasus SPPD Fiktif Terungkap

Mantan ajudan Sekwan Pekanbaru dituntut 4 tahun penjara dalam kasus obstruction of justice SPPD fiktif…

9 jam ago

Polisi Selidiki Kasus Pria Tewas Terikat di Truk Pengangkut Minyak Goreng

Seorang pria ditemukan tewas terikat di kabin truk di Pekanbaru. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian…

9 jam ago

Wako Agung Lantik 7 Pejabat, Langsung Minta Kerja Cepat dan Nyata

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho melantik 7 pejabat baru dan menegaskan pentingnya adaptasi cepat serta…

9 jam ago