sukses-besar-2017-ini-alasan-film-pengabdi-setan-2-jedanya-lama
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Film Pengabdi Setan tahun 2017 silam diketahui sukses besar ditonton sebanyak 4.206.103 penonton di bioskop. Film di bawah arahan sutradara Joko Anwar ini termasuk yang mengangkat film genre horor naik kasta.
Sekalipun film Pengabdi Setan sukses besar kala itu, sutradara dan produser tidak langsung membuatkan sekuelnya. Setidaknya ada jeda sekitar 3 tahun untuk film sekuel baru digarap dengan menjalani syuting pada tahun 2020 di sebuah rumah susun di Jakarta yang sudah 15 tahun tak berpenghuni.
Sunil Samtani, produser film Pengabdi Setan 2: Communion mengaku sangat berhati-hati dam membuat sekuel. Dia dan sutradara sepakat ingin menggarapnya secara lebih matang baik dari sisi naskah, pemilihan pemain, hingga proses syuting. Produser dan sutradara punya kesamaan pandangan ingin membuat film sekuel lebih baik dibandingkan yang pertama.
“Pengabdi Setan 1 rilis tahun 2017 dan sekarang 2022 jaraknya cukup lama ya. Ini IP besar harus benar-benar matang,” kata Sunil dalam jumpa pers di bilangan Epicentrum Rasuna Said Jakarta Selatan, Kamis (16/6/2022).
Dibanding yang pertama, film Pengabdi Setan 2: Communion secara komposisi pemain jauh lebih banyak. Sejumlah pemainnya yaitu Tara Basro, Bront Palarae, Endy Arfian, Nasar Anuz, Egi Fedly, Ayu Laksmi, Muzakki Ramdhan, Fatih Unru, Ratu Felisha, Jourdy Pranata, Kiki Narendra, Nafiza Fatia Rani dan Iqbal Sulaiman. Selain itu, masih ada pemain lain yang akan diumumkan kemudian.
Film Pengabdi Setan 2 akan memperlihatkan kuatnya semangat kekeluargaan sekaligus pertemanan. Film ini dijanjikan lebih mengasyikkan, lebih kaya rasa namun lebih mencekam bagi para penonton.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Edwar Yaman
Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru mendesak pengelola SPBU untuk aktif mengatur antrean bio solar yang meluber…
Rumah milik Camat Merbau Wan Jumiati di Jalan Rambutan, Kelurahan Teluk Belitung, hangus terbakar pada…
Dinas PMPD Kabupaten Rokan Hulu mengingatkan panitia Pilkades serentak di 54 desa untuk menjaga netralitas…
DLHK Kota Pekanbaru menurunkan tim ke sejumlah kecamatan guna menelusuri sumber bau menyengat menyerupai gas…
Polres Pelalawan menetapkan oknum guru berinisial HS sebagai DPO atas dugaan kejahatan seksual terhadap murid…
Prof Yesi Mutia Basri SE MSi Ak CA PhD resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang…