Categories: Gaya Hidup

Jangan Mengeluh, Ini Tips Psikolog agar Happy Selama Pandemi

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Tahun ini merupakan tahun kedua berpuasa Ramadan di tengah pandemi Covid-19. Sebagian orang mulai bangkit dan lebih bahagia menjalani kehidupan.

Dalam kampanye ‘Wall’s Happy Hour #BerbagiJadiHappy’ mengajak masyarakat Indonesia untuk membuat happy choice dengan berbagi. Dalam survei yang dilakukan Wall’s selama masa pandemi di 12 negara, termasuk Indonesia, menemukan bahwa berbagi hal-hal kecil dengan orang di sekitar kita ternyata terbukti bisa membawa kebahagiaan bagi diri sendiri maupun orang lain.

“Agar #SemuaJadiHappy walaupun masih menghadapi pandemi dan bisa dimulai dengan hal-hal kecil,” kata Senior Brand Manager Wall’s Bernardus Rendita Kusumo, dalam webinar baru-baru ini.

Arti kebahagiaan pun mengalami perubahan di masa pandemi ini. Menurut Psikolog klinis, Tara de Thouars selama ini, seseorang akan merasa gembira saat mencapai sebuah standar yang kita tentukan. Tetapi dengan berbagai keterbatasaan karena pandemi, kata dia, seseorang perlu belajar untuk bisa menerima keadaan dan lebih bersyukur.

“Tapi bukan berarti pasrah. Hidup dipenuhi dengan berbagai pilihan,” tegas Tara.

Menurut Tara, selama masa pandemi setiap orang dapat memilih untuk mengeluh, bersedih dan menyalahkan situasi. Tapi sebaliknya, setiap orang juga bisa membuat happy choice, bagaimana caranya?

“Dengan menerima keadaan dengan sikap yang positif, menemukan hobi baru, menghubungi teman lama, berhubungan secara virtual, ataupun berbagi dengan orang lain. Saat memasuki masa next normal sekarang ini, jangan lupakan happy choice yang sudah dibuat selama satu tahun ini, dan terus lanjut bersikap positif,” kata Tara.

“Kita bisa memilih untuk melakukan hal positif dan berbagi happy dengan orang lain,” katanya.

Menurut Tara, berbagi tidak harus dalam bentuk materi, tapi bisa juga dalam bentuk senyuman, ucapan, pelukan dan bahkan hal sederhana seperti menanyakan kabar. Ia menjelaskan perilaku berbuat baik dan membantu orang lain akan mengaktifasi mesolimbic system yang bertanggung jawab terhadap bagian reward di otak.

“Sehingga saat berbuat baik pada orang lain, otak akan mengeluarkan kimiawi perasaan happy,” ujar Tara.

Sumber: Jawapos.com

Editor: Eka G Putra

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Operasional KMP Tirus Normal Lagi, Rute Insit-Mengkapan Kembali Dibuka

KMP Tirus kembali beroperasi melayani rute Insit-Mengkapan usai baling-baling kapal yang tersangkut jaring selesai diperbaiki.

12 menit ago

Penerimaan Murid Baru di Inhil Kini Lebih Transparan dengan Sistem Digital

Dinas Pendidikan Inhil mulai menerapkan Sistem Penerimaan Murid Baru berbasis digital untuk tahun ajaran 2026/2027.

36 menit ago

Bakal Calon Rektor Unri, Prof Jimmi Copriady Usung Kolaborasi dan Inovasi Kampus

Prof Jimmi Copriady dinilai memiliki rekam jejak kuat dan layak maju sebagai bakal calon Rektor…

1 jam ago

Lawan Arus Tabrakan di Depan Gedung LAM Riau, Lima Remaja Terluka

Kecelakaan dua sepeda motor di Jalan Diponegoro Pekanbaru menyebabkan lima remaja terluka dan dilarikan ke…

1 jam ago

Bupati Rohul Minta Warga Bersatu Dukung APH Berantas Narkoba hingga Tuntas

Bupati Rohul menegaskan dukungan penuh kepada APH memberantas narkoba usai warga Desa Bonai resah peredaran…

2 jam ago

Kampung Terendam Kini Punya Wajah Baru, Resmi Jadi Kampung Tangguh Antinarkoba

Kampung Terendam di Pekanbaru resmi menjadi Kampung Tangguh Antinarkoba sebagai simbol perang melawan peredaran narkotika.

1 hari ago