Categories: Gaya Hidup

Kebaya Simbol Modernitas, Beradaptasi dengan Zaman

(RIAUPOS.CO) – Kebaya merupakan simbol modernitas atau perubahan. Begitulah prinsip yang dipegang desainer Lenny Agustin. Dia mengatakan bahwa sejak kali pertama kemunculannya, kebaya selalu mengalami perubahan.

Pemahaman itu membuat Lenny tidak takut ”menabrak” pakem berkebaya. Jika biasanya kebaya berpadu anggun dengan kain sebagai bawahan, di tangan perancang yang juga mahasiswi S-3 Universitas Indonesia (UI) itu kebaya tidak selalu berdampingan dengan kain. Lenny juga mendobrak pandangan lawas yang selalu menyejajarkan kebaya dan kain dengan sanggul.

”Kalau pakai kebaya pakem, kemudian jalan-jalan naik MRT atau di mal, nanti ditanya mau kondangan ke mana,” kata perempuan yang menyemaikan tren kebaya funky sejak 2001 itu.

Dalam wawancara dengan Jawa Pos (Jawa Pos Group) pada Kamis (14/7/2022), dia menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak anti terhadap kebaya pakem. Dia hanya berupaya lebih melazimkan kebaya agar bisa lebih sering dipakai, tidak hanya saat hajatan atau kondangan.

Kebaya, menurut Lenny, mengalami stagnasi dalam pemakaiannya. Terutama di kalangan anak muda. Karena itulah, kebaya funky hadir sebagai modernitas kebaya pakem.

”Ada yang bilang keluar dari pakem kebaya. Karena bawahannya tidak pakai kain,” tuturnya.

Di mata Lenny, kebaya adalah baju yang trendi. Kebaya bukan baju tradisional yang stuck dengan penampilan begitu-begitu saja. Dengan konsep kebaya funky, Lenny memperkenalkan rok tutu atau celana dan model bawahan lainnya sebagai padanan kebaya. Lenny juga menampilkan banyak model kebaya. Termasuk kebaya lengan pendek.

Terpisah, Didiet Maulana mengapresiasi tampilnya begitu banyak macam dan ragam kebaya. Baik warna maupun modelnya. Perancang senior itu menyatakan bahwa perkembangan kebaya selama satu abad terakhir begitu menarik. Kebaya mengikuti tren dan lebih muda. Perancang dan pengguna kebaya pun lebih bebas dalam mengekspresikan dirinya.

Kendati demikian, menurut Didiet, esensi kebaya tidak luntur. ”Justru makin kentara bahwa kebaya menampilkan kesederhanaan dan keanggunan di saat yang bersamaan,” tegas penulis buku Kisah Kebaya tersebut.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Wako dan Wawako Pekanbaru Hadiri Safari Ramadan di Kulim, Salurkan Bantuan

Wako Pekanbaru Agung Nugroho serahkan bantuan Rp100 juta untuk Masjid Jami’ul Barokah saat Safari Ramadan…

25 menit ago

Hari Ketiga Ramadan, Harga Cabai Merah di Rengat Turun Jadi Rp45 Ribu

Harga cabai merah keriting asal Sumbar di Pasar Rakyat Rengat turun Rp5 ribu menjadi Rp45…

40 menit ago

Puasa bagi Pekerja Kebersihan: Antara Kewajiban dan Keringanan Syariat

Pekerjaan saya menuntut tenaga fisik yang tidak ringan, terlebih ketika harus bekerja di bawah terik…

50 menit ago

Balap Liar di Bangkinang Dibubarkan, Bupati Kampar Pimpin Operasi Dini Hari

Bupati Kampar pimpin langsung penertiban balap liar jelang subuh di Bangkinang demi keselamatan pengguna jalan.

55 menit ago

Harga Sembako di Bengkalis Melonjak, Daging Sapi Tembus Rp170 Ribu per Kg

Hari ketiga Ramadan, harga ikan, daging sapi hingga cabai di Bengkalis melonjak tajam, Pasar Terubuk…

3 jam ago

War Takjil di WR Supratman Pekanbaru, Jalanan Padat Jelang Magrib

Bazar takjil di Jalan WR Supratman Pekanbaru dipadati warga jelang Magrib, arus lalu lintas melambat.

3 jam ago