Categories: Gaya Hidup

Menyapa Pedesaan Mancanegara

Foto-foto berikut, sepintas tampak seperti lukisan. Sangking indah dan sempurnanya pemandangan yang disuguhkan. Pesona desa di luar negeri dengan gunung es, danau jernih dan pohon warna-warni, memang sangat memikat, no debat. Wajar kalau akhirnya keluarga kecil ini menjadinya sebagai tujuan pelesiran.

(RIAUPOS.CO)   – Ia adalah Claudia. Wanita yang punya usaha kuliner ini, hobi pelesiran ke berbagai desa yang ada di luar negeri bersama anak dan suaminya. So far, Claudia udah menginjakkan kakinya di Santa Magdalena dan Cinque Terre di Italia, Interlaken di Swiss, Colmar di Perancis serta Cappadocia di Turki. Ia juga pernah mengunjungi Malaysia, Singapura, Thailand, Hongkong, Macau, Rusia, Amerika, Australia, Canada dan Yunani juga lho! Benar-benar traveler sejati!

Menurut Claudia, desa di luar negeri punya keunikan dibanding desa di Indonesia. ‘’Saya dan suami lebih suka pemandangan alam dibanding pemandangan kota. Desa-desa di luar negeri yang saya kunjungi biasanya yang ada gunung-gunung esnya. Kenapa? Karena itu gak ada di Indonesia. Pemandangan, suasananya, bentuk rumah-rumah di pedesaan luar negeri juga bagus dan unik. Sangat berbeda dengan di Indonesia,’’ ceritanya yang sudah menjadi traveler sejak menikah, tahun 2007 lalu ini.

Mengunjungi pedesaan luar negeri, menurutnya perlu effort yang lebih ketimbang mengunjungi daerah perkotaannya. Karena, sarana transportasi di pedesaan gak sebanyak di perkotaan. Jadi, demi kelancaran perjalanan, ia harus menyewa mobil dan menyetir sendiri. ‘’Pilihan tempat makan juga terbatas. Mau gak mau, harus makan local food,’’ ungkapnya. Belum lagi kendala bahasa. Di beberapa desa, penduduk lokalnya gak bisa bahasa Inggris. ‘’Jadi, kita ngomong pake bahasa tubuh dan nunjukin gambar. Itu kejadiannya waktu ke Jiuzhaigou, Cina. Tapi, semua tantangan itu justru bikin perjalanan lebih berkesan,’’ kenangnya.

Sayangnya, hobi vakansi ke luar negeri ini sudah setahun belakangan gak bisa ia lakukan. Karena pandemi Covid-19. Padahal, tahun lalu Claudia udah rancain perjalanan ke New Zealand. Tapi, terpaksa dibatalkan. Semoga pandemi cepat berlalu ya. Biar kita semua bisa segara traveling ke berbagai tempat yang indah.***

Laporan: SITI AZURA
Foto: KOLEKSI PRIBADI

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Cegah Kelangkaan Pertalite, SPBU Bangkinang Tambah Pasokan hingga 16 Ton

SPBU Bangkinang tambah pasokan Pertalite hingga 16 ton untuk atasi antrean panjang jelang akhir bulan,…

12 jam ago

Jemaah Calon Haji Kuansing Meninggal Saat Momen Pelepasan, Jenazah Dimakamkan di Kampung Halaman

Seorang JCH Kuansing meninggal dunia usai alami serangan jantung saat pelepasan. Jenazah dimakamkan di kampung…

1 hari ago

Fakta Baru Kasus Korupsi Riau, Satpam Ngaku Antar Duit Rp300 Juta

Pengakuan satpam PUPR Riau di sidang Tipikor ungkap pengantaran uang Rp300 juta terkait dugaan pemerasan…

1 hari ago

Hakim Vonis Ringan Kasus Penggelapan Miliaran, Kejari Inhil Siap Banding

Vonis ringan kasus penggelapan Rp7,1 miliar di Inhil tuai sorotan. Kejari siap banding, korban kecewa…

1 hari ago

45 Jemaah Haji Riau Akhirnya Berangkat Usai Alami Penundaan

Sebanyak 45 jemaah haji Riau yang sempat tertunda kini telah diberangkatkan ke Tanah Suci dengan…

1 hari ago

Wako Pekanbaru Jemput Dukungan Pusat, Gaspol Benahi Sistem Sampah

Wako Pekanbaru jemput dukungan pusat untuk percepat waste station dan penataan TPA, dorong sistem pengelolaan…

2 hari ago