JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal pekan ini masih berpotensi menguat karena adanya sentimen pelanggan dolar Paman Sam dan kebijakan baru Bank Sentral AS, The Fed.
Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Atiston Tjandra mengatakan, Rupiah akan mendapatkan angin segar dari indikasi kebijakan pelonggaran moneter yang lebih lama dan mungkin lebih agresif dari Bank Sentral AS untuk membantu pemulihan ekonomi AS.
“Nilai tukar Rupiah mungkin masih akan mendapatkan sentimen positif seperti yang diungkapkan Gubernur the Fed dalam pidato di pertemuan online para pejabat bank sentral dunia Jackson Hole Kamis pekan lalu,” ujarnya saat dihubungi, Senin (31/8).
Menurutnya, sikap the Fed tersebut mendorong pelemahan nilai tukar USD dan bisa membantu penguatan aset berisiko termasuk Rupiah. Di sisi lain, Ariston menambahkan, penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS bisa tertahan karena kekhawatiran potensi resesi dan penularan Covid-19 yang meninggi.
“Potensi penguatan Rupiah terhadap dolar AS hari ini di kisaran 14.550-14.750,” pungkasnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman
Oknum guru di salah satu SMAN Pekanbaru diduga melakukan pelecehan terhadap siswi saat kegiatan sekolah…
Disnaker Bengkalis dan Kuansing menetapkan pembayaran THR pekerja paling lambat H-7 Idulfitri 1447 H dan…
Whiz Prime Hotel Sudirman Pekanbaru hadirkan program Iftar Sahara dengan menu Timur Tengah dan Nusantara…
PTPN IV PalmCo melalui Regional III menggulirkan program intervensi stunting bagi 100 anak di Rohul…
Gara-gara knalpot motor bising, seorang siswa di Tempuling, Inhil dibacok tetangganya. Pelaku berhasil ditangkap polisi…
Spanduk kecaman terhadap kepala sekolah terpasang di SMPN 2 Batang Peranap. Akibatnya, siswa tak bisa…