Categories: Ekonomi Bisnis

Tutup, Olympus Menyerah Hadapi Kamera Smartphone

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Smartphone saat ini dibekali dengan kamera yang kian mumpuni. Fleksibilitas dan kemudahan menjadi alasan tren fotografi beralih ke perangkat mobile. Sejak kamera smartphone semakin canggih, banyak rumor beredar kalau merek-merek kamera konvensional mulai ketar-ketir.

Beberapa merek kenamaan juga bahkan ada yang sampai berani memprediksi kalau suatu saat kamera smartphone akan membuat bisnis kamera konvensional tiarap.

Prediksi tersebut kini mulai terbukti. Salah satu merek kamera yang cukup legendaris baru saja mengumumkan bahwa mereka akan keluar dan menutup bisnis kameranya. Merek tersebut adalah Olympus.

Dilansir dari PhoneWorld, Senin (29/6), Olympus akhirnya memutuskan untuk keluar dari bisnis kameranya setelah 84 tahun berdiri. Alasan utama di balik keputusan perusahaan adalah kedatangan smartphone yang telah merusak pasar untuk kamera terpisah.

Perusahaan mengatakan telah banyak berjuang. Tetapi meskipun upaya terbaiknya telah dilakukan, hantaman perangkat smartphone dan kameranya yang kian canggih tetap tak bisa membuat Olympus bertahan.

“Pasar kamera digital tidak lagi menguntungkan. Perusahaan menghadapi kerugian yang tercatat selama tiga tahun terakhir,” ujar pihak Olympus.

Olympus mengatakan bahwa pihaknya telah menerapkan langkah-langkah untuk mengatasi pasar kamera digital yang tak lagi menguntungkan. Salah satunya penyusutan pasar yang cepat yang disebabkan oleh evolusi smartphone. Meski melakukan upaya terbaiknya, Olympus sekarang telah memutuskan bahwa penjualan kamera dan lensa harus berakhir.

“Pasar kamera digital dengan sangat cepat ditelan oleh smartphone, dan ternyata tidak ada (kesempatan),” ungkap Olympus.

Pasar kamera mandiri atau kamera konvensional sendiri telah turun secara dramatis, turun 84 persen antara 2010 dan 2018. Olympus sekarang menjual bagian bisnisnya setelah 84 tahun yang pernah menjadi salah satu merek kamera terbesar di dunia.

Merek kamera Jepang itu memperkenalkan kamera pertama pada tahun 1936 setelah bertahun-tahun membuat mikroskop. Setelah itu, perusahaan terus mengembangkan bisnis kamera selama beberapa dekade dan menjadi salah satu perusahaan teratas dengan pangsa pasar yang tak bisa dianggap remeh bersaing dengan Sony dan merek kamera Jepang kenamaan lainnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Tekan Balap Liar dan Knalpot Brong, Polisi Sita 12 Motor di Pekanbaru

Satlantas Polresta Pekanbaru menggelar patroli Blue Light dini hari dan mengamankan 12 sepeda motor pelanggar…

19 jam ago

Inovasi Layanan Umrah, Menang Tour & Travel Launching MMC

PT Butala Menang Abadi meluncurkan Menang Member Card di awal 2026 untuk mempermudah jemaah umrah…

19 jam ago

Baznas Riau Catat Zakat ASN Pemprov Riau Tembus Rp52 Miliar

Baznas Riau mencatat zakat ASN Pemprov Riau tahun 2025 mencapai Rp52,5 miliar dan terus mengoptimalkan…

19 jam ago

Penolakan Relokasi Menguat, Masyarakat Cerenti Tanda Tangani Petisi

Masyarakat Cerenti menggelar aksi damai dan menandatangani petisi menolak rencana relokasi warga TNTN ke Desa…

20 jam ago

Kantin SDN 169 Pekanbaru Terbakar Dini Hari, Damkar Kerahkan 5 Unit

Kantin SDN 169 Pekanbaru terbakar dini hari. Lima unit damkar dikerahkan untuk memadamkan api dan…

20 jam ago

Dermaga Peranggas Meranti Kian Memprihatinkan, DPRD Minta Perhatian Pemerintah

Dermaga Peranggas di Kepulauan Meranti kian memprihatinkan dan dinilai tak layak pakai. DPRD mendesak pemerintah…

21 jam ago