Categories: Ekonomi Bisnis

Waspadai Dominasi Barang Impor

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Bank Indonesia (BI) optimistis defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) tahun ini terjaga rendah. Gubernur BI Perry Warjiyo memperkirakan CAD bisa di bawah level 2 persen dari produk domestik bruto (PDB). Estimasi itu berdasar pertimbangan CAD triwulan I tahun ini yang mencapai 3,9 miliar dolar AS (sekitar Rp57,04 triliun) atau 1,4 persen PDB.

"Angka tersebut jauh lebih rendah dari defisit triwulan sebelumnya yang mencapai 8,1 miliar dolar AS (sekitar Rp118,45 triliun) atau 2,8 persen dari PDB," kata Perry dalam konferensi virtual Kamis (28/5). Menurut dia, faktor pertama yang memengaruhi penurunan tersebut adalah peningkatan surplus neraca perdagangan barang.

Pada triwulan I 2020, nilai ekspor tercatat 41,7 miliar dolar AS atau setara Rp 609,79 triliun. Jumlah itu naik tipis jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya pada 2019, yakni 41,2 miliar  dolar AS (setara Rp602,63 triliun). Namun, nilai impor anjlok di angka 31,73 miliar dolar AS (setara Rp 464,11 triliun).

"Penurunan impor seiring dengan permintaan domestik yang melambat. Ini mengurangi dampak penurunan ekspor akibat kontraksi pertumbuhan ekonomi dunia," papar Perry.

Faktor berikutnya, imbuh dia, adalah penurunan defisit neraca jasa. Mengingat, sektor pariwisata dan transportasi terdampak pandemi Covid-19. Kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia berkurang. Akibatnya, devisa yang masuk maupun keluar dari dua sektor tersebut menurun lantaran pembatasan wilayah di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Faktor terakhir, menurut Perry, adalah rendahnya pendapatan primer.

"Ini seiring penurunan pembayaran bunga dan dividen akibat terjadinya capital outflow," kata pria asal Sukoharjo itu.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menuturkan, salah satu komponen penting yang memengaruhi CAD adalah neraca perdagangan. Bhima menilai, CAD yang menurun di tengah pandemi adalah sebuah anomali. Dalam kondisi tertentu, CAD menjadi suatu hal yang baik. Namun, itu juga bisa menjadi hal yang buruk. Jika defisit tecermin pada tingginya impor daripada ekspor, ada masalah daya saing atas produk-produk tertentu. Sementara itu, jika defisit tecermin pada tingginya investasi ketimbang tabungan nasional, artinya ekonomi suatu negara tumbuh dan produktif.

"Kondisi yang kita hadapi saat ini harus lebih diberi perhatian. Sebab, yang berisiko bukan hanya 2020, tapi lebih pada 2021 dan seterusnya," ujar Bhima.

Kekhawatiran Bhima tersebut didasarkan pada indikasi struktur ekonomi RI yang dia sebut semakin rapuh. Sebab, impor bahan pangan dan barang konsumsi membanjiri Indonesia karena masyarakat terlalu sering berbelanja produk impor melalui e-commerce.

"Justru dampaknya bukan ke kondisi sekarang, tapi nanti ke depan. Jasa digital IT juga nanti akan diserbu barang-barang dari pemain asing," imbuhnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyajikan data kinerja impor April lalu turun tajam.(han/dee/c11/hep/jrr)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

51 Peserta Daftar Calon Pimpinan Baznas Riau Periode 2026–2031, Ini Tahapan Seleksinya

Pendaftaran calon pimpinan Baznas Riau periode 2026–2031 ditutup dengan 51 peserta. Seleksi administrasi dimulai sebelum…

12 jam ago

Rida K Liamsi Disebut Terima Gaji Rp200 Juta, Ini Kesaksian Dirut Riau Pos

Sidang perkara penggelapan Riau Pos mengungkap gaji Rida K Liamsi Rp200 juta per bulan dan…

12 jam ago

115 Titik Panas Terdeteksi di Riau, Indragiri Hulu Tertinggi dan Udara Pekanbaru Tidak Sehat

BMKG Pekanbaru mendeteksi 115 titik panas di Riau pada Rabu (16/9/2026). Indragiri Hulu menjadi wilayah…

13 jam ago

Houthi Serang Tiga Kota Arab Saudi dengan Rudal dan Drone, 13 Warga Terluka

Houthi melancarkan serangan rudal dan drone ke tiga kota Arab Saudi. Sebanyak 13 warga terluka…

13 jam ago

Disdukcapil Pekanbaru Ingatkan Warga Waspadai Penipuan Mengatasnamakan Petugas

Disdukcapil Pekanbaru mengingatkan warga waspada penipuan online yang mencatut nama petugas dan meminta data pribadi…

13 jam ago

Sindikat SIM Palsu di Siak-Pekanbaru Terbongkar, 8 Tersangka Diamankan

Polres Siak membongkar sindikat SIM palsu lintas wilayah. Delapan tersangka diamankan, 48 blangko SIM bekas…

16 jam ago