Categories: Ekonomi Bisnis

Pulihkan Ekonomi dengan Sinergi dan Inovasi

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) – Pandemi Covid-19 berimbas besar di bidang ekonomi, namun hal tersebut bukan alasan untuk tidak berupaya keluar dari permasalahan akibat pandemi. Sinergi dan inovasi diharapkan bisa menjadi jawaban dari tantangan ekonomi ke depan.

Hal ini disampaikan oleh Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi SH SIK MSi, dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2021, Rabu (24/11). "Pandemi bukan suatu yang harus dijadikan alasan, ini realita yang harus dihadapi. Kita harus kembali pulih, dan jawabannya adalah sinergi dan inovasi," katanya.

Dikatakannya Bank Indonesia telah memberikan strategi yang tepat, pihaknya memberikan dukungan terkait hal tersebut, tak hanya di bidang keamanan, tetapi pihaknya juga ingin menjadi bagian dalam mewujudkan inklusi keuangan.

Saat ini masyarakat dimudahkan dalam berbagai hal dengan adanya teknologi. Berbagai kegiatan bisa dilakukan dengan cepat jika bisa beradaptasi akan hal-hal baru, serta dapat memajukan perekonomian.

Ekonomi menjadi bidang penyangga kehidupan negara. Untuk memajukan, salah satu hal yang harus digelorakan adalah inklusi keuangan. Agung mengungkapkan, berdasarkan survei nasional, masyarakat dewasa baru 61 persen yang memiliki akun di bank.

"Ini harus kita galakkan. Kalau tak punya rekening di bank, ibarat tidak punya akun media sosial. Kita sangat tertinggal karena masih ada 39 persen masyarakat belum memiliki rekening. Adanya rekening akan memudahkan transaksi dan hidup dengan efisien dalam kegiatan ekonomi," ujarnya.

Agung menyampaikan, pihaknya mendukung digitalisasi yang terjadi saat ini. Ia memberikan apresiasi ke pemerintah daerah yang sudah beradaptasi dengan keuangan digital. Namun, berbagai pihak juga tidak boleh tutup mata. Menurutnya, mesin perekonomian adalah industri perbankan yang harus dimanfaatkan secara maskimal.

Selain itu, Kapolda Riau juga menuturkan, agar masyarakat Riau tidak hanya menyandarkan ekonomi pada kekayaan alam karena suatu saat kekayaan alam bersifat sementara dan  bisa habis. "Kekayaan intelektual juga harus diolah. Kalau kita ingin maju secara ekonomi, maka jangan sandarkan pada kekayaan alam, tetapi pada kekayaan intelektual," tuturnya.(das)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Rahasia Lezat Terasi Meranti, Diolah dari Udang Pepai Segar Hasil Tangkapan Nelayan

Terasi khas Desa Ketapang Permai, Kepulauan Meranti, menjadi produk unggulan berbahan udang pepai yang menopang…

2 menit ago

MAN 1 Pekanbaru Libatkan Orang Tua di Matamuda, 810 Wali Murid Hadiri Parenting

MAN 1 Pekanbaru menggelar parenting perdana dalam Matamuda yang diikuti 810 wali murid guna memperkuat…

19 menit ago

Sertifikat Tanah Ulayat Dikebut, Pemprov Riau Gandeng ATR/BPN

Pemprov Riau dan ATR/BPN memperkuat koordinasi percepatan sertifikasi tanah ulayat guna memberi kepastian hukum dan…

45 menit ago

Unri Jadi Percontohan Tanoto Foundation dalam Pengembangan Soft Skills Mahasiswa

Unri menjadi best practice implementasi Student Development Journey Tanoto Foundation berkat digitalisasi Student Journey ASRI…

1 jam ago

GSSB Digelar Dua Kali Sebulan, Pemkab Rohul Optimalkan Peran 145 Masjid Paripurna

Pemkab Rohul mengaktifkan 145 Masjid Paripurna melalui Gerakan Salat Subuh Berjemaah guna memperkuat syiar Islam…

1 jam ago

Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Sasar Kampung Dalam dan Pangeran Hidayat, 4 Orang Ditangkap

Satresnarkoba Polresta Pekanbaru menggelar razia di Kampung Dalam dan Pangeran Hidayat. Empat orang diamankan, seluruhnya…

1 jam ago