kementerian-esdm-dan-pertamina-bantah-isu-gas-3-kg-dicabut
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Beredar informasi bahwa akan ada penarikan peredaran gas LPG 3 Kg. Dalam informasi yang diterima, pada Juli mendatang gas tersebut akan ditiadakan.
"Sepertinya (mau ditarik) karena negara nombok," ungkap salah satu sumber di Kawasan Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, Rabu (25/3).
Mengkonfirmasi hal tersebut, JawaPos.com menghubungi Kepala Biro Humas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Pribadi dan menyebutkan bahwa kabar tersebut tidak benar.
"Nggak lah (LPG 3 Kg dicabut Juli), pemerintah berkewajiban untuk menyediakan energi termasuk LPG 3 Kg," kata dia.
Dirinya pun mengaku prihatin akan informasi yang beredar tersebut, di mana saat ini Indonesia tengah memerangi ancaman wabah Covid-19, akan tetapi ada pihak yang tidak bertanggung jawab ingin mengambil keuntungan.
"Kenapa ada yang tega ya orang bikin hoaks, menyedihkan. Percaya pemerintah, akan selalu berusaha menyediakan energi untuk seluruh lapisan masyarakat," tambahnya.
Sementara itu, VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman pun mengaku tidak mengetahui info itu. Tapi, satu hal yang diyakini bahwa pihaknya akan tetap siap untuk memenuhi pasokan gas di Indonesia.
"Pertamina menyalurkan, belum tahu (info), sebagai operator, prinsipnya Pertamina siap dengan kebijakan pemerintah terkait mekanisme distribusi LPG 3 Kg. Kita akan selalu memastikan ketersediaan produk," katanya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal
BRK Syariah resmi meluncurkan layanan Rahn Gadai Emas di Bintan untuk memperluas akses pembiayaan syariah…
PLN UIP Sumbagteng menggelar sosialisasi PLN Mobile di Tapung Hilir untuk memperluas literasi digital kelistrikan…
Harga karet petani Kuansing kembali naik menjadi Rp20.125 per kilogram. Produksi meningkat seiring membaiknya harga…
Wali Kota Pekanbaru sidak Kecamatan Marpoyan Damai dan menekankan pelayanan cepat serta kenyamanan warga.
Distankan Pekanbaru telah memeriksa 3.754 hewan kurban dan memastikan belum ditemukan kasus penyakit.
Umri melantik wakil rektor baru dan menargetkan penguatan tata kelola kampus menuju standar internasional.