Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro. Foto: Humas Kemenristek/BRIN for JPNN.com
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro berharap perusahaan besar di Indonesia fokus pada laba atau profit jangka panjang dengan memasukkan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
"Sustainable profit (laba berkelanjutan) hanya bisa tercipta kalau perusahaan punya model bisnis yang kompetitif, yang istilahnya bisa bersaing dalam segala zaman. Bagaimana caranya profit perusahaan bisa bertahan dalam zaman yang berubah-ubah ini. Kuncinya adalah perusahaan tidak bisa lagi hanya menekankan pada efisiensi," ungkap Menteri Bambang, Minggu (24/11).
Dia mengungkapkan efisiensi tetap mendukung perusahaan menjadi kompetitif selama perusahaan mengikuti inovasi dan teknologi yang berkembang.
"Kalau perusahaan bisa menerapkan efisiensi, hasil akhirnya akan menjadi kuat. Profit akan menjadi tinggi, tetapi jangan lupa efisiensi hanya bisa dilakukan kalau perusahaan adaptif terhadap perkembangan zaman," terangnya.
Bambang mengatakan salah satu bentuk adaptasi terhadap inovasi adalah dengan tidak mengikuti inovasi dan teknologi secara pasif, tetapi lebih lanjut menjadi leader atau pemimpin inovasi.
"Saya mendorong perusahaan yang besar untuk tidak hanya membeli lisensi dari pihak lain atau bergantung pada teknologi impor. Memang teknologi itu bukan hal gampang, tetapi kalau kita ingin jadi pemenang, jadi kompetitif, kita harus memasteri teknologinya. Lebih baik lagi kalau kita membuat teknologinya. Artinya jangan pernah menjadi follower, berusahalah menjadi leader. Itu resep untuk profit masa depan," tegasnya.
Selain aspek inovasi, Bambang Brodjonegoro juga menyoroti aspek lingkungan sebagai bagian kunci dalam SDGs. Bambang mengungkapkan limbah perlu diolah bukan dengan upaya CSR (corporate social responsibility). Namun dalam upaya memproduksi energi baru. Dengan demikian, perusahaan dapat mendapatkan nilai tambah sekaligus mengurangi dampak lingkungan.
"Di beberapa bagian Indonesia, limbah cair dari minyak sawit sekarang menjadi sumber energi utama untuk pembangkit listrik tenaga biomassa. Di pembangkit lain, limbah kayu bisa menjadi sumber energi utama untuk biomassa," tandasnya. (esy/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal
IRT di Pekanbaru tewas diduga dibacok mantan suami. Polisi mengamankan pelaku dan sebilah parang dari…
Monyet liar tertangkap setelah diduga menyerang 18 warga Tembilahan. BBKSDA masih memastikan apakah satwa itu…
Kejati Riau menetapkan 9 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi dana PI 10 persen PHR…
Monyet penyerang 18 warga di Tembilahan akhirnya ditangkap. Dokter hewan mengungkap sejumlah dugaan penyebab satwa…
Polda Riau membongkar makam remaja yang diduga menjadi korban perundungan. Hasil autopsi akan menjadi bukti…
Pria di Kampar ditangkap usai diduga mencuri mobil dan ponsel milik ayah kandungnya. Pelaku juga…