Categories: Ekonomi Bisnis

Rupiah Melemah, karena Investor Ragukan Keseriusan Pemerintah

JAKARTA (RIAUWabah virus corona Covid-19 di tanah air turut menggerogoti perekonomian nasional termasuk pasar keuangan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat tembus di bawah level 4.000 dan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD), Senin (23/3) ini tembus 16.608, berdasar JISDOR Bank Indonesia (BI).

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal melihat, saat ini para investor mengalami kepanikan akibat wabah virus corona yang penyebarannya terus meningkat dari hari ke hari. Sehingga, stimulus yang diberikan oleh pemerintahpun tak dapat meredam pelemahan mata uang Garuda yang semakin dalam.

“Bukan hanya permasalahan supply-demand mata uang, atau tingkat suku bunga. Ini lebih banyak terlihat dari sisi psikologis. Ada sentimen pasar, ada kepanikan pasar masalah corona,” ujarnya kepada JawaPos.com, Senin (23/3).

Meskipun demikian, dia mengakui bukan hanya Rupiah yang mengalami tekanan akibat pandemi ini. Negara-negara berkembang lain yang punya kasus serupa juga mengalami tekanan.

Faisal menuturkan, investor tak lagi melirik rendahnya suku bunga global namun lebih mencermati langkah pemerintah masing-masing dalam menangani Covid-19. “Pelaku pasar enggak lagi lihat suku bunga rendah atau tinggi, tapi mencari portofolio yang lebih nyaman untuk menyelamatkan investasinya,” tuturnya.

Menurutnya, saat ini para investor tengah mencermati upaya serius pemerintah dalam mempercepat penanganan penyebaran Covid-19. Sebab, angka kematian dan orang yang terpapar virus tersebut semakin meningkat.

“Sejauh mana pemerintah menanggulangi wabah korona,” katanya.

Faisal menurutkan, selama tidak terlihat upaya serius yang efektif, maka tekanan di pasar keuangan akan terus berlangsung. Dia pun berpesan agar pemerintah tanggap dengan gejolak di pasar keuangan ini, agar tidak merembet ke sektor ekonomi lainnya, terutama industri.

“Sepanjang penanggulangan wabah enggak baik, sepanjang itu pula tekanan ekonomi terjadi. Karena virus korona dampaknya ke mana-mana dari sisi ekonomi,” pungkasnya.

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Bupati Inhu Dorong UMKM Urus Sertifikat Halal Gratis, OPD Diminta Aktif Dampingi

Bupati Inhu meminta OPD mendampingi UMKM mengurus sertifikat halal gratis agar pelaku usaha memanfaatkan program…

19 jam ago

APHI Riau Dorong Pelaku Usaha Hutan Garap Peluang Bisnis Karbon Lewat Aturan Baru

APHI Riau dan Fairatmos menggelar diskusi perdagangan karbon guna memperkuat kapasitas pemegang PBPH menyambut implementasi…

20 jam ago

Diterjang Ombak Besar, Speedboat Rute Kuala Tungkal–Sungai Guntung Karam, Seluruh Penumpang Selamat

Speedboat SB Karya Budi karam diterjang ombak besar di perairan Mandah, Inhil. Berkat kesigapan nakhoda,…

23 jam ago

16 ASN Pemko Pekanbaru Resmi Dilantik, Wako Agung: Kinerja Akan Terus Dievaluasi

Pemko Pekanbaru melantik 16 ASN dalam mutasi dan rotasi jabatan. Wali Kota Agung Nugroho menegaskan…

24 jam ago

Masih Nekat Buang Sampah Sembarangan, 29 Pelanggar di Pekanbaru Ditindak DLHK

DLHK Pekanbaru menindak 29 pelanggar yang membuang sampah sembarangan selama Januari-Juni 2026. Denda Rp11,95 juta…

1 hari ago

Aksi Standing di Jembatan Rantau Berangin Berujung Petaka, Pemuda Kampar Jatuh ke Sungai Kampar

Seorang pemuda di Kampar diduga terjatuh ke Sungai Kampar usai melakukan aksi standing di atas…

1 hari ago