Categories: Ekonomi Bisnis

Pengutan Rupiah Akibat Melimpahnya Valas

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyebut bahwa rupiah akan semakin menguat. Hal tersebut ia sampaikan oleh di Gedung BI dalam konferensi pers, Jakarta, Kamis (23/1).

Salah satu faktornya adalah melimpahnya valuta asing (valas) yang masuk ke Indonesia. "Nilai tukar rupiah terus menguat didukung oleh kinerja neraca pembayaran indonesia yang membaik. Penguatan rupiah didorong oleh masuknya valas dari para eksportir," ungkapnya.

Perry mengatakan bahwa pada Rabu (22/1) kemarin, rupiah menguat 1,74 persen point to point dibandingkan pada akhir desember 2019. Perkembangan ini melanjutkan penguatan 2019 yang tercatat secara keseluruhan terapresiasi 3,8 persen atau 0,7 persen secara rata-rata 2019.

"Aliran masuk modal asing yang terus berlanjut sejalan dengan prospek ekonomi Indonesia yang tetap terjaga, daya tarik pasar keuangan domestik yang tetap besar dan ketidakpastian pasar keuangan global yang menurun," kata dia.

Struktur pasar valas juga semakin kuat ditandai dengan adanya peningkatan volume transaksi dan kuota nilai tukar. Meningkatnya transaksi domestic non deliverable forward (DNDF) yang berfungsi sebagai penjaga stabilitas nilai rupiah pun mendukung peningkatan efisiensi pasar.

"BI memandang penguatan nilai tukar rupiah sejalan dengan kondisi fundamental Indonesia yang membaik, semakin baiknya mekanisme pasar dan keyakinan para pelaku pasar terhadap kebijakan yang ditempuh BI dan pemerintah," tuturnya.

Secara keseluruhan, pihaknya memandang bahwa penguatan rupiah ini memberikan dampak positif pada momentum pertumbuhan ekonomi dan terjaganya stabilitas makro ekonomi.

"Ke depan rupiah akan tetap stabil sesuai dengan fundamental dan bekerjanya mekanisme pasar yang terjaga. Untuk mendukung efektivitas kebijakan nilai tukar dan memperkuat pembiayaan logistik, BI akan terus mengakselerasi pendalaman pasar keuangan baik di pasar uang maupun pasar valas," tegasnya.

Berdasarkan pantauan JawaPos.com di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) BI, saat ini rupiah berada di angka Rp 13,626 atau menguat 52 poin dari posisi Rp 13,678 pada Rabu (22/1) lalu.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

KPK Tahan Ajudan Gubernur Riau Nonaktif, Marjani Bantah Terlibat

KPK resmi menahan Marjani, ajudan Gubernur Riau nonaktif. Ia membantah terlibat dan mengaku namanya hanya…

2 jam ago

Jelang Tanah Suci, 256 JCH Inhu Masuk Tahap Manasik Terakhir

Sebanyak 256 JCH Inhu akan ikuti manasik terakhir. Selain pembekalan, juga dibahas biaya perjalanan dan…

4 jam ago

Aksi Tegas DLHK Pekanbaru, Angkutan Sampah Ilegal Langsung Ditindak

DLHK Pekanbaru amankan 8 angkutan sampah ilegal dalam razia malam. Pelaku dari luar kota kedapatan…

5 jam ago

Tanpa Konflik, PTPN IV PalmCo Pulihkan 223 Hektare Aset Negara

PTPN IV PalmCo berhasil pulihkan 223 hektare aset negara lewat pendekatan humanis tanpa konflik, sekaligus…

1 hari ago

Daihatsu Gran Max Tampil di GIICOMVEC 2026, Jadi Andalan Pelaku Usaha

Daihatsu tampil di GIICOMVEC 2026 dengan Gran Max multifungsi sebagai solusi mobilitas dan pendukung usaha…

1 hari ago

IMA Pekanbaru Satukan Member Lewat Halalbihalal dan Program Baru

IMA Pekanbaru gelar halalbihalal sekaligus realisasikan program arisan untuk memperkuat silaturahmi dan kolaborasi antaranggota.

1 hari ago