Categories: Ekonomi Bisnis

Lakukan Penguatan Ekonomi Domestik

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – PELAKU usaha menilai konflik antarnegara yang kian memanas akan memberikan derita secara ekonomi dan menambah panjang daftar scaring effect pascapandemi yang dalam tahap pemulihan. Dampak secara global akan memberikan pengaruh trickle down effect terhadap ekonomi nasional.

Analis ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Ajib Hamdani menyebutkan, dalam konteks ekonomi nasional, perlu dicermati dengan baik dan dimitigasi risiko yang membawa dampak secara langsung. ‘’Karena bersamaan dengan konflik politik global ini, rupiah juga terus mengalami penurunan nilai mencapai Rp16 ribu per dolar,’’ ujarnya, Ahad (21/4).

Kondisi konflik geopolitik dan ketidakstabilan ekonomi global, lanjut Ajib, menimbulkan paling tidak dua hal yang harus dimitigasi. Pertama, terganggunya rantai pasok ekonomi, yang akan mengakibatkan kenaikan harga atas komoditas impor. Termasuk bahan baku, minyak, maupun ongkos logistik. ‘’Hal itu memicu kenaikan HPP (harga pokok penjualan,red) sehingga akan mengeskalasi inflasi,” bebernya.

Hal Kedua, kebijakan ekonomi Amerika Serikat (AS) imbas kondisi geopolitik yang ada, yaitu cenderung akan menahan tingkat suku bunga The Fed (bank sentral AS). Sebelumnya pasar mempunyai ekspektasi bahwa The Fed rate akan dipangkas. ‘’Kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat ini menjadi patron dominan BI (Bank Indonesia) dalam membuat kebijakan moneter nasional,’’ urainya.

Menurut Ajib, pemerintah perlu fokus dalam tiga hal utama untuk penguatan ekonomi dalam negeri. Yakni hilirisasi, orientasi ekspor dan substitusi impor, serta peningkatan kualitas investasi yang bisa lebih menyerap tenaga kerja. ‘’Dengan beberapa indikator yang ada, ekonomi nasional masih cenderung bagus dan bertahan positif dalam ketidakpastian global, sepanjang pemerintah konsisten mendorong program-program yang pro dengan pertumbuhan ekonomi dalam negeri,’’ ujarnya.

Di sisi lain, Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) mengaku tengah fokus menggenjot kinerja perdagangan domestik. ”Kami melihat global sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja. Kami harapkan kita fokus mengamankan perdagangan dalam negeri,” tutur Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah.

Adapun saat ini Hippindo memiliki 80.000 anggota yang terdiri dari berbagai sektor, mulai supermarket, fashion, department store, hingga restoran. ”Kami akan memastikan bahwa perdagangan dalam negeri dapat membantu pemerintah dalam menekan inflasi serta menjaga harga eceran tertinggi (HET). Kami juga akan memastikan agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap tercapai,” bebernya.

Menurut Budi, sapaan Budihardjo Iduansjah, ritel memiliki kontribusi besar bagi perekonomian, terutama untuk menggenjot perdagangan domestik. Sektor tersebut menyumbang 52 persen untuk pertumbuhan ekonomi. Karena itu, pihaknya akan membantu pemerintah dalam menekan inflasi. ”Jadi, penting regulasi yang tepat untuk sektor ritel dan perdagangan di dalam negeri,” tegasnya. (agf/dee/dio/jpg)

Laporan JPG, Jakarta

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Raih 53 Suara di Sidang Senat, Prof Ahmad Fadli Terpilih Jadi Rektor UNRI Periode 2026-2030

Dekan Fakultas Teknik Prof Ahmad Fadli ST MT PhD resmi terpilih sebagai Rektor Universitas Riau…

10 jam ago

Banding Ditolak PT Riau, Abdul Wahid Resmi Layangkan Memori Kasasi ke Mahkamah Agung

Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid resmi mengajukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung usai hukuman…

11 jam ago

Wako Agung Nugroho Tegaskan Pemko Siap Sinergi dengan Polda Riau Ancam Izin THM Nakal

Wali Kota Pekanbaru H Agung Nugroho mendukung penuh Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat dalam…

11 jam ago

Kualitas Udara Memburuk, Disdik Pekanbaru Kembali Terapkan PJJ 14–15 Oktober

Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru kembali memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari, 14–15 Oktober…

11 jam ago

Usung Tema Gema Melayu Riau, Tim Dance SMAN 5 Pekanbaru Pukau Penonton

Tim dance SMAN 5 Pekanbaru tampil memukau pada ajang Aqua DBL Dance 2026 Riau di…

1 hari ago

Diselimuti Fog dan Kabut Asap, 12 Penerbangan Bandara SSK II Pekanbaru Sempat Delay

Campuran fenomena fog dan kabut asap memicu penundaan 12 penerbangan di Bandara Internasional SSK II…

1 hari ago