INTERNET
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Lembaga internasional JP Morgan memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 berada di posisi 4,9 persen. Penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi itu disebabkan belanja barang modal yang melambat. Dalam riset tersebut, JP Morgan menyebutkan, tekanan pada ekonomi Indonesia masih berlanjut pada 2020.
Tahun depan ekonomi Indonesia lagi-lagi diperkirakan hanya tumbuh 4,9 persen. Konsumsi masih akan tumbuh 3 persen pada 2020. Namun, kabar baiknya, JP Morgan masih melihat inflasi pada Desember 2019 di kisaran 2,7 persen (YoY).
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi santai prediksi JP Morgan. “Kalau prediksi, kan boleh-boleh saja,” ujarnya, Rabu (20/11).
Pemerintah, lanjut dia, tetap menjadikan data Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai acuan. Data BPS menunjukkan angka pertumbuhan di atas 5 persen.
Namun, pandangan lain datang dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia yang memprediksi pertumbuhan ekonomi 2020 berada di kisaran 4,9 persen hingga 5,1 persen. Prediksi itu melebar jika dibandingkan dengan prediksi sebelumnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman
BRK Syariah resmi meluncurkan layanan Rahn Gadai Emas di Bintan untuk memperluas akses pembiayaan syariah…
PLN UIP Sumbagteng menggelar sosialisasi PLN Mobile di Tapung Hilir untuk memperluas literasi digital kelistrikan…
Harga karet petani Kuansing kembali naik menjadi Rp20.125 per kilogram. Produksi meningkat seiring membaiknya harga…
Wali Kota Pekanbaru sidak Kecamatan Marpoyan Damai dan menekankan pelayanan cepat serta kenyamanan warga.
Distankan Pekanbaru telah memeriksa 3.754 hewan kurban dan memastikan belum ditemukan kasus penyakit.
Umri melantik wakil rektor baru dan menargetkan penguatan tata kelola kampus menuju standar internasional.