Categories: Ekonomi Bisnis

Hadapi Pandemi, UMKM Perlu Pembiayaan Sehat

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci utama penguatan sektor ekonomi terutama UMKM. Kolaborasi dan sinergi selain sebagai penguatan juga salah satu upaya agar UMKM bisa memperoleh pembiayaan yang sehat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto tampak hadir mengunjungi peserta webinar yang mengikuti secara luring di Rumah BUMN. Ia menyinggung kondisi pandemi Covid-19 dan minta agar wilayah-wilayah yang berkategori merah untuk lebih mempertebal Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

"Memang seluruh pihak harus bersinergi bersama, sehingga UMKM yang perlu pembiayaan mendapatkan porsinya sesuai kondisi di masa pandemi ini," kata Airlangga. Sementara itu di sisi lain, Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto menegaskan di sela-sela webinar hybrid (offline dan online) yang bertajuk "Penguatan UMKM Ciptakan Stabilitas Ekonomi di Jawa Tengah dan DIY", dengan narasumber dari Kementerian Investasi RI, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama RI dan BRI di Yogyakarta.

"Perlu kolaborasi dari berbagai lembaga atau instansi untuk mempermudah dan memperluas akses pelaku UMKM agar mendapatkan pembiayaan yang sehat. Upaya pemberdayaan UMKM yang lebih masif sangatlah beralasan karena keberadaan UMKM berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia," ungkap Catur.

Ia menjelaskan kontribusi sektor usaha tersebut mencapai sekitar 61 persen. Adapun porsi usaha mikro menempati posisi terbesar yaitu lebih dari 36 persen dari total PDB Indonesia. Terdapat lebih 64 juta unit UMKM yang mampu menyedot sekitar 97 persen dari total tenaga kerja di Tanah Air. Karena itu Presiden Jokowi beberapa waktu lalu minta agar porsi kredit untuk UMKM naik mencapai lebih 30 persen dari total kredit pada 2024. Menurut pemerintah, saat ini kredit UMKM berada di level di 18 – 20 persen dari total kredit.

Catur memaparkan BRI menargetkan kontribusi usaha mikro sebesar 45 persen terhadap total penyaluran kredit pada 2025. Sebagai catatan, sampai dengan kuartal I/2021 BRI telah menyalurkan kredit sebesar Rp914,19 triliun, dan porsi kredit UMKM mencapai 80,6 persen. Kontribusi kredit segmen UMKM menurutnya telah mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 78,31 persen.

Dari total penyaluran kredit di sektor UMKM tersebut, segmen mikro menjadi penopang pertumbuhan utama di tengah kondisi ekonomi yang menantang akibat pandemi Covid-19.

Pada laporan publikasi Maret 2021, Catur menambahkan, BRI mampu menyalurkan kredit mikro Rp360 triliun. Raihan tersebut tumbuh sebesar 12,43 persen secara yoy. Terlihat secara porsi, kredit mikro menyumbang 40 persen dari total kredit BRI.(jpg/rio)

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

983 Mahasiswa Baru Ikuti PKKMB UHTP, Mendiktisaintek Tekankan Tridarma Perguruan Tinggi

Sebanyak 983 mahasiswa baru mengikuti PKKMB UHTP 2026. Kegiatan membekali mahasiswa dengan karakter, integritas, dan…

3 jam ago

Hilang Saat Memancing di Sungai Indragiri, Ahmad Diar Ditemukan Meninggal

Ahmad Diar, warga Tembilahan, ditemukan meninggal di Sungai Indragiri setelah dilaporkan hilang saat memancing di…

3 jam ago

Pemko Pekanbaru Gelar Salat Istiska di Tengah Kabut Asap Karhutla

Pemko Pekanbaru menggelar Salat Istiska untuk memohon hujan di tengah kabut asap kiriman akibat karhutla…

3 jam ago

Kabut Asap Pekanbaru Menebal, Jarak Pandang Pengendara Terbatas hingga 3 Kilometer

Kabut asap Pekanbaru makin pekat Rabu pagi dengan jarak pandang 2,5-3 km dan kualitas udara…

4 jam ago

Kapal Ro-Ro Masuk Docking, Pelayanan Penyeberangan Bengkalis Dikeluhkan Pengguna

Pengguna Ro-Ro Bengkalis mengeluhkan antrean hingga 3 jam akibat pengurangan armada yang masuk docking pada…

4 jam ago

Usai Penggeledahan Kejari, Bupati Asmar Pastikan Pemerintahan Meranti Tetap Berjalan

Bupati Meranti Asmar menghormati penyidikan dugaan korupsi anggaran kendaraan dinas, BBM, dan pelumas yang ditangani…

4 jam ago