Categories: Ekonomi Bisnis

PNM Berhasil Cetak Dua Rekor MURI

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui Holding Ultra Mikro (UMi), BRI, Pegadaian, dan PNM semakin aktif menunjukan sinerginya melalui program pelatihan dengan tema ‘Literasi Keuangan untuk Pengusaha Wanita Ultra Mikro’ dengan realisasi peserta sebanyak 23 ribu perempuan UMi di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini merupakan program pemberdayaan yang dirancang melalui Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) PNM bersama BRI yang bergerak bersama di segmen ultra mikro.

Direktur Operasional PNM Sunar Basuki mengatakan, PNM PKU juga berhasil mendampingi nasabah Mekaar dalam pembukaan massal Tabungan Simpedes UMi BRI sebanyak 23 ribu nasabah. Dengan angka pencapaian yang sangat fantastis PNM PKU berhasil mencetak 2 penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan kategori Pelatihan Literasi Keuangan secara Serentak oleh Perempuan Terbanyak dan Pembukaan Rekening secara Serentak oleh Perempuan Terbanyak. Ia juga merasa sangat bangga dengan pencapaian tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh nasabah PNM Mekaar yang sudah bergabung pada kegiatan hari ini, sehingga mendapatkan dua rekor MURI," imbuhnya, Kamis (21/4/2022).

Kedua kategori penghargaan Muri diserahkan secara langsung oleh perwakilan dari tim MURI. Yaitu Senior Customer Relation Manager MURI Andre Purwandono dan Representative MURI Lutvi Syah Pradana.

Penghargaan ini diberikan pada Selasa (19/4/2022) di Hotel Santika Premiere Dyandra, Medan. Acara ini dihadiri oleh Sunar Basuki selaku Direktur Operasional PNM, Teguh Wahyono selaku Direktur Teknologi Informasi dan Digital Pegadaian, dan Novian Supriatno selaku Ultra Micro Business Division Head BRI.

PT PNM melakukan pendampingan dan pelatihan berkelanjutan merupakan upaya mendorong pelaku usaha ultra mikro menjadi lebih besar. Sinergi BRI dan PNM pada kegiatan ini melalui program pemberdayaan tidak hanya mengedukasi tetapi juga memfasilitasi layanan keuangan. Salah satunya dengan sosialisasi pengelolaan keuangan dan pembuatan serta penyerahan buku tabungan Simpedes UMi ke nasabah PNM program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).

"Harapannya nasabah Mekaar dapat meningkatkan pengetahuan manfaat menabung serta mengembangkan usaha. Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga," ujar Basuki.

Sebagai informasi, hingga 19 April 2022 PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp123,39 T kepada nasabah PNM Mekaar yang berjumlah 11,88 juta nasabah. Saat ini PNM memiliki 3.364 kantor layanan PNM Mekaar dan 688 kantor layanan PNM ULaMM di seluruh Indonesia yang melayani UMK di 34 provinsi, 422 kabupaten/kota, dan 5.640 kecamatan.

Laporan: Mujawaroh Annafi (Pekanbaru)

Editor: Edwar Yaman

 

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Libur Sekolah Makin Seru, Khas Pekanbaru Hotel Hadirkan Promo Menginap Mulai Juli

Khas Pekanbaru Hotel menghadirkan promo School Holi-Deals selama Juli 2026 dengan paket menginap lengkap untuk…

18 jam ago

UAS Sempat Dihadang di Kutai Barat, Syahrul Aidi Minta Polisi Bertindak Proaktif

Syahrul Aidi mengecam penghadangan Ustaz Abdul Somad di Kutai Barat dan meminta aparat menjamin keamanan…

19 jam ago

Jangan Sampai Terlewat! Daftar Ulang SPMB SD Negeri Hanya Digelar Dua Hari

Daftar ulang SPMB SD Negeri di Pekanbaru resmi dimulai. Orang tua melengkapi berkas, sementara sekolah…

20 jam ago

Jabatan Pimpinan Tinggi di Meranti Akan Diisi Lewat Talent Management, Bukan Seleksi Terbuka

Pemkab Kepulauan Meranti resmi menerapkan manajemen talenta ASN setelah mendapat persetujuan BKN. Pengisian JPTP tak…

22 jam ago

Kesepakatan Tercapai, Kompensasi Korban Pencemaran Sungai Tapung Mulai Direalisasikan

Kompensasi bagi 142 nelayan terdampak pencemaran Sungai Tapung mulai direalisasikan. Nelayan berharap pemulihan lingkungan segera…

1 hari ago

Jenguk Korban Dugaan Pengeroyokan, Kapolda Riau Pastikan Kasus Diusut Profesional

Kapolda Riau menjenguk korban dugaan pengeroyokan di RS Bhayangkara dan menegaskan proses hukum akan dilakukan…

1 hari ago