Categories: Ekonomi Bisnis

Pandemi, Wisata Lokal Menggeliat

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) –  Dampak pendemi untuk sektor wisata lokal ternyata memberikan keuntungan tersendiri. Wisata lokal jadi menggeliat. Ini disinyalir karena adanya aturan bepergian khususnya via udara harus mengikuti aturan protokol kesehatan, di mana setiap penumpang menunjukkan bukti uji swab atau rapid test, atau lainnya.

Ketua PHRI Riau Nofrizal, menegaskan faktor ini mendukung menggeliatnya wisata lokal. “Kami perhatikan sejak November 2020 lalu, wisata lokal mulai ramai diminati karena untuk ke luar Riau banyak syarat salah satunya  harus uji swab. Jadi wisata lokal pun jadi pilihan,’’ papar Nofrizal kepada wartawan, Selasa (19/1).

Selain itu, dibukanya akses jalan Tol Pekanbaru-Dumai juga membuat rute perjalanan makin singkat dari masyarakat Riau Pesisir ke Pekanbaru, begitu juga sebaliknya. Dulunya, perjalanan memakan waktu berjam-jam kini 1,5 jam saja. “Dampak dari wisata lokal ini pun berpengaruh pada perhotelan,’’ sebutnya lagi.

Disebutkan politisi PAN ini, saat ini memang turis mancanegara tidak ada masuk Indonesia karena Covid-19, dan nol kunjungan. Tapi apakah pariwisata hancur? “Tidak, karena masih ada yang namanya pariwisata lokal. Apalagi wisata ini kebutuhan untuk refreshing. Orang bekerja itu perlu refreshing agar semangat kembali,’’ jelasnya.

Dicontohkan, orang Pekanbaru pergi ke mana tempat lain untuk wisata. Sumbar misalkan, Dumai, atau tempat wisata lain yang menjadi tujuannya, begitu juga sebaliknya orang ke Pekanbaru untuk liburan. “Jadi ada pertukaran, dan juga ramai jadinya meski lokal Riau, bahkan Sumbar atau Sumatera jalur darat,’’ katanya.

Maka itu, diharapkan kepada pemerintah untuk tidak memperketat  kunjungan wisatawan lokal, namun memperketat protokol kesehatan. Seluruh hotel dan restoran harus mematuhi standar sertifikasi (CHSE) atau clean, health, safety and environment (kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan lingkungan) yang diterbitkan oleh Kemenparekraf RI.

“Boleh menetapkan zonasi pandemi dengan zona merah atau hitam, akan tetapi untuk pariwisata jangan. Dia harus hijau,’’ harap Nofrizal lagi. ‘’Untuk pulih 100 persen dari pandemi semua pihak mesti banyak-banyak berdoa. Jangan menyerah, harus tetap optimis. Orang-orang pariwisata ini adalah para petarung   dan harus kuat,’’ sarannya.

Nofri berharap pemerintah  menjaga dana membina sektor pariwisata. Bberikan seluas-luasnya untuk mendapatkan investasi, karena memang sektor pariwisata mempunyai sumbangsih yang besar bagi pemerintah daerah.

“Makanya pemerintah dan swasta harus berkolaborasi memajukan pariwisata. Memang untuk investasi membangun hotel sedang menahan diri  dan berharap dengan vaksinasi pandemi bisa segera berlalu, dan semua bisa divaksin,” tuturnya.(gus)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Kabar Baik! Jalan Teratai Pekanbaru Mulai Dibenahi, Drainase yang Lama Tertutup Kini Dibuka

Pemko Pekanbaru mulai memperbaiki Jalan Teratai dengan normalisasi drainase dan overlay sepanjang 783 meter. Pekerjaan…

13 jam ago

Gara-gara Puntung Rokok, 5 Hektare Kebun Sawit di Inhu Terbakar, Pelaku Ditahan Polisi

Seorang buruh angkut sawit di Indragiri Hulu ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga membuang puntung rokok…

14 jam ago

Pacu Jalur Bawa Berkah, Menteri PU Siap Kaji Pembangunan Tol Pekanbaru-Kuansing

Menteri PU mengkaji rencana pembangunan Tol Pekanbaru-Kuansing untuk mendukung Pacu Jalur, memperlancar akses, dan mendorong…

14 jam ago

Promo Merdeka Angkasa Garden Hotel Hadirkan Menu Unik, Mierdeka Laksamana Jadi Andalan

Angkasa Garden Hotel Pekanbaru menghadirkan Promo Merdeka dengan menu baru Mierdeka Laksamana dan Si Merah…

15 jam ago

Kasus Seragam SMAN Riau Masuk Babak Baru, Kepala Sekolah Diperiksa Satu per Satu

BKD Riau mulai memanggil kepala sekolah terkait kasus kelebihan bayar seragam SMAN. Sanksi disiplin disiapkan,…

15 jam ago

Gajah Jovi Tutup Usia di PLG Minas, Sempat Dirawat Intensif Selama Sebulan

Gajah jinak Jovi yang berjasa menangani konflik satwa di Riau mati setelah sebulan dirawat akibat…

15 jam ago