Categories: Ekonomi Bisnis

Harus Agresif Genjot Perlambatan Ekonomi, Itu Permintaan Jokowi

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Melambatnya ekonomi global akibat perang dagang, harga komoditas yang terus turun, serta resesi diprediksi membuat pemerintahan kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi) terseok-seok di dua tahun pertama.

Hal ini diungkapkan Direktur Riset Center of Reform on Economis (CORE) Piter Abdullah kepada JawaPos.com, Sabtu (19/10).

Menurut Piter, Indonesia dianggap terlalu banyak menyerap dampak perlambatan ekonomi global. Alhasil lima tahun ke belakang ini pertumbuhan ekonomi stagnan di kisaran angka 5 – 5,2 persen.

“Lima tahun ke belakang kebijakan ekonomi marko sangat lemah, tidak melakukan counter terhadap perlambatan ekonomi global,” ungkap Piter.

Strategi Jokowi pada periode pertama yang bertumpu pada infrastruktur tidak membawa banyak perubahan. Di sisi lain, ketergantungan ekspor maupun impor tetap tinggi.

Meski kondisi ekonomi semakin sulit, CORE berharap tim ekonomi di kabinet Jokowi mendatang lebih agresif dalam mengonter perlambatan ekonomi. Salah satunya memaksimalkan instrumen fiskal, moneter dan sektor riil.

“Tentu ke depan kita ingin pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Dari sisi tenaga kerja juga lebih baik,” harap Pieter.

Pengamat ekonomi Universitas Gajah Mada (UGM) Rimawan Pradiptyo menilai, capaian Jokowi di periode pertama yang paling menonjol adalah penanganan illegal fishing di wilayah perairan Indonesia.

Menurut Rimawan, Jokowi harus melanjutkan kebijakan yang dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat. Dari sisi kelembagaan, Jokowi juga melakukan perubahan positif.

“Ke depan adalah perbaikan di aspek kelembagaan, selain infrastruktur. Tidak hanya soal ekonomi, tetapi juga masuk dalam agenda reformasi yang belum dilakukan,” kata Rimawan.

Editor : Deslina
Sumber: jawapos.com

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Waterbarrier Digeser, Pengendara Tetap Terobos Jembatan Sinambek

Jembatan Sungai Sinambek Kuansing ditutup karena rusak dan nyaris ambruk, namun pengendara masih nekat menerobos.

3 jam ago

Jelang Imlek 2026, Lalu Lintas Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar Melonjak 35 Persen

Jelang Imlek 2026, trafik Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar naik hingga 35 persen, arus ke Sumbar…

4 jam ago

Jawab Tantangan Iklim Tropis, RS Awal Bros Hadirkan Solusi Kesehatan Rambut

RS Awal Bros Hangtuah luncurkan Hair Center pertama di Riau, hadirkan solusi medis rambut berbasis…

4 jam ago

Ramp Check Gabungan di Siak, Pastikan Bus dan Angkutan Barang Laik Jalan

Polres Siak gelar ramp check gabungan dalam Operasi LK 2026 untuk pastikan angkutan umum dan…

5 jam ago

Wabup Rohul Hadiri Bolimau Adat, Pererat Ukhuwah Sambut Ramadan 1447 H

Tradisi bolimau adat di Luhak Kepenuhan jadi momentum sucikan diri dan pererat ukhuwah jelang Ramadan…

5 jam ago

Lewat Metode Saminiyyah, Dosen UIR Bimbing Disabilitas Belajar Al-Qur’an

UIR gelar PkM bimbingan spiritual dan baca tulis Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas di Riau bekerja…

6 jam ago