Categories: Ekonomi Bisnis

Kenaikan Harga Emas Tarik Minat Perdagangan Berjangka

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kenaikan harga emas dunia mengerek minat investasi perdagangan berjangka. Hal ini terlihat dari kenaikan pertumbuhan transaksi di bursa perdagangan komoditas berjangka.

Seperti yang dirasakan PT Rifan Financindo Berjangka. Di cabang Pekanbaru sebanyak 80 persen transaksi di RFB Pekanbaru terdapat dilocogold atau kontrak emas berjangka.

Total volume transaksi hingga akhir 2019 naik 33,81 persen menjadi 180.757 lot dibanding tahun 2018. Sementara dari sisi volume transaksi bilateral mencapai sebesar 40,2 persen menjadi 127.819 lot. Demikian pula nasabah baru tumbuh 282 nasabah naik dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 278 nasabah.

''Berbicara pasar sulit dipungkiri emas merupakan produk investasi yang selalu diburu di tengah situasi yang sedang volatile karena sifatnya yang safe heaven. Ketika dolar melemah maka emas akan naik atau ketika ada gejolak resesi di beberapa negara dan peristiwa besar yang membuat masyarakat dunia cemas, emas juga akan baik,'' kata Pimpinan Cabang PT Rifan Financindo Berjangka Liwan, Kamis (19/3/2020).

Liwan menjelaskan, prediksi para analis dan pelaku pasar terhadap harga emas yang diperkirakan menyentuh level 1.600 dolar AS/troy ons menjadi kenyataan. Sejak pertengahan 2019 harga emas mulai merangkak naik ke sekitaran level 1.400 dolar AS/troy ons-1.500 dolar AS per troy ons. 

Awal tahun 2020 pasar perdagangan berjangka dikejutkan dengan lonjakan harga emas pasca serangan Iran ke pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Irak Januari 2020. Harga emas spot melonjak 2,22 persen ke 1.609,41 dolar AS/troy ons dari harga penutupan perdagangan di hari sebelumnya pada 1.575,37 dolar AS/troy ons. 

Lebih jauh dikatakannya kendati sempat melandai kembali pada 31 Januari 2020 ke level level 1.589,8 dolar AS/troy om, namun pada perdagangan Rabu, 19 Februari 2020, harga emas kembali bangkit  ke level 1.603,77 dolar AS/troy ons, menguat 0,13 persen di pasar spot. Harga logam mulia ini telah mencapai level penutupan tertinggi sejak Maret 2013 atau tertinggi dalam 7 tahun terakhir.

''Para analis dan pelaku pasar meyakini bahwa lonjakan harga emas bisa berlanjut atau tetap stabil di level sekitar 1.600 dolar AS/troy ons dalam beberapa bulan, sekalipun nilai tukar dolar AS dan pasar saham menguat. Wabah virus Corona yang melanda Tiongkok sejak Januari lalu dan telah menewaskan banyak orang serta menyebar ke beberapa negara telah mempengaruhi ekspektasi pertumbuhan ekonomi global,'' katanya. 

 

Laporan: Mujawarah Annafi

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Kasus Perampokan Maut di Rumbai, Polisi Kantongi Petunjuk Pelaku

Polisi dalami kasus lansia tewas di Rumbai, Pekanbaru. Olah TKP kedua dilakukan, empat saksi diperiksa,…

3 jam ago

Antrean BBM Mengular di Pekanbaru, Warga Rela Tunggu Hingga Tengah Malam

Antrean panjang BBM terjadi di Pekanbaru. Warga rela antre hingga satu jam, bahkan membeli eceran…

6 jam ago

Jalan Mulus, Warga Lubuk Betung Ramai-ramai Ucapkan Terima Kasih ke Pemkab Rohul

Jalan di Lubuk Betung Rohul kini mulus usai diaspal. Warga rasakan manfaatnya dan ucapkan terima…

8 jam ago

Cegah Kelangkaan Pertalite, SPBU Bangkinang Tambah Pasokan hingga 16 Ton

SPBU Bangkinang tambah pasokan Pertalite hingga 16 ton untuk atasi antrean panjang jelang akhir bulan,…

2 hari ago

Jemaah Calon Haji Kuansing Meninggal Saat Momen Pelepasan, Jenazah Dimakamkan di Kampung Halaman

Seorang JCH Kuansing meninggal dunia usai alami serangan jantung saat pelepasan. Jenazah dimakamkan di kampung…

3 hari ago

Fakta Baru Kasus Korupsi Riau, Satpam Ngaku Antar Duit Rp300 Juta

Pengakuan satpam PUPR Riau di sidang Tipikor ungkap pengantaran uang Rp300 juta terkait dugaan pemerasan…

3 hari ago