Kunjunga Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir didampingi Direktur Perencaan Investasi dan Pemantauan Resiko (PIMR) Heru Setiawan, Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Kadarsyah Suryadi dan Nandang Kurnaedi GM Pertamina RU II di Kilang Pertamina Dumai Kamis (16/5/2019).
Muhammad Nasir mengatakan sejak tahun 2002, Indonesia menjadi net-importer BBM (50 persen kebutuhan berasal dari impor). Proyeksi kebutuhan pada 2015 berkisar 1,23 juta barrel/hari dan 1,56 juta barrel/hari pada Tahun 2020. ’’Karena cadangan migas domestik cenderung menurun, maka untuk ketahanan energi nasional, sudah saatnya Indonesia mendapatkan bahan bakar alternatif dari sumber domestik yang terbarukan yaitu minyak sawit,’’ ujarnya.
Pohon sawit sebagai penghasil minyak sawit dan minyak kernel tumbuh dengan subur di negara Indonesia. ’’Kedua jenis minyak nabati ini menjadi bahan baku dari biohidrokarbon yang akan dihasilkan dan menjadi substitusi BBM,’’ terangnya.
’’Rendahnya harga minyak sawit ikut menggerus nilai devisa yang dihasilkan meskipun secara volume ekspor meningkat. Nilai sumbangan devisa minyak sawit pada tahun 2018 diperkirakan mencapai 20,54 miliar dolar AS atau menurun 11 persen dibandingkan dengan tahun 2017 yang mencapai 22,97 miliar dollar AS,’’ ujarnya.
Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru menghadirkan promo bulanan bertajuk Paket "Koper" dengan tarif Rp455 ribu per…
Mahasiswa Magister Pendidikan Matematika FKIP UNRI mendampingi 45 guru MTsN 1 Kampar dalam memanfaatkan ChatGPT…
Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu belum menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan bagi 247 kepala sekolah yang…
Kepala pelatih MAN 1 Pekanbaru Suryo Pranoto merasakan kebahagiaan tersendiri saat mendampingi putra kandungnya, Muhammad…
Seorang WNA asal India berinisial SR (61) ditemukan tidak bernyawa di kamar hotel kawasan Jalan…
Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Riau Kombes Pol Eko Budhi Purwono memperkuat komitmen menjaga ekosistem pesisir…