Categories: Ekonomi Bisnis

Sarankan Bank Hapus Biaya Administrasi

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) batal mengenakan biaya transaksi cek saldo dan tarik tunai melalui ATM. Tepatnya jaringan ATM Link milik mereka. Keputusan itu disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Senin (14/6).

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengapresiasi keputusan tersebut. Keputusan itu sesuai dengan harapan masyarakat yang keberatan menerima kebijakan tersebut. Dia berharap kebijakan-kebijakan bisnis Himbara selanjutnya akan lebih berpihak kepada masyarakat banyak. Dalam hal ini nasabah Himbara.
"Jangan membebani nasabah di tengah daya beli yang masih rendah seperti sekarang. Jangan ada lagi potongan biaya administrasi," tuturnya malam tadi (15/6).

Menurut Tulus, jika dalih Himbara membebankan biaya transaksi ATM adalah agar masyarakat beralih ke transaksi digital, kebijakan itu terlalu terburu-buru. Perlu ada sosialisasi yang sistematis terkait agenda tersebut. Terutama sampai ke nasabah-nasabah yang ada di pelosok desa. Jika perlu, Himbara bekerja sama dengan perusahaan teknologi untuk menyosialisasikan agenda sekaligus membangun fasilitas internet di sana.  "Memang sosialisasi harus secara sistematis dan masif," tegas Tulus.

Sebelumnya Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Sunarso menyatakan bahwa rencana tersebut batal. Menurut dia, semua bank sebenarnya memberlakukan biaya layanan transaksi di ATM. Poin itulah yang hendak ditegaskan kepada publik sebagai kesepakatan kedua pihak. Namun, polemik yang tumbuh membuat Himbara membatalkannya.

"Sesungguhnya semua bank itu mengenakan biaya. Itu yang sesungguhnya. Hanya ATM Link yang tidak mengenakan," ungkap Sunarso. Dia kembali menegaskan bahwa biaya layanan transaksi di ATM itu juga menjadi cara Himbara dalam mengedukasi masyarakat agar beralih ke mobile banking.(han/c9/hep/jpg)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Respons Cepat Polsek Cerenti, Empat Rakit PETI Dimusnahkan di Desa Pulau Busuk

Polsek Cerenti memusnahkan empat rakit PETI di Desa Pulau Busuk, Kuansing, setelah menerima laporan masyarakat…

14 menit ago

Indro, Gajah Andalan Flying Squad Tesso Nilo, Tutup Usia di Tengah Penanganan Medis

Gajah Sumatera jinak Indro mati di Tesso Nilo usai menjalani perawatan intensif akibat komplikasi kesehatan…

27 menit ago

Prancis Diunggulkan Tekuk Swedia, Trio Mbappe-Dembele-Olise Jadi Ancaman

Prancis lebih diunggulkan menghadapi Swedia di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Trio Mbappe, Dembele,…

42 menit ago

Disdik Pekanbaru Tunda Pengumuman SPMB SMP, Verifikasi Data Masih Berlangsung

Pengumuman hasil SPMB SMP Pekanbaru 2026 ditunda karena verifikasi dan sinkronisasi data masih berlangsung. Pendaftar…

58 menit ago

Kisah Heroik Ujang, Rela Pertaruhkan Nyawa demi Lepaskan Istri dari Serangan Buaya

Ujang nekat melawan buaya demi menyelamatkan istrinya yang diserang di Desa Soren. Korban selamat dan…

1 jam ago

Jerman Hadapi Paraguay, Nagelsmann Sebut Sistem 32 Besar Merugikan Juara Grup

Pelatih Jerman Julian Nagelsmann mengkritik format babak 32 besar Piala Dunia 2026 karena hanya memiliki…

1 hari ago