Categories: Ekonomi Bisnis

Hadapi Krisis, Toshiba Akan Pecah Jadi Tiga Perusahaan

TOKYO (RIAUPOS.CO) – Toshiba Corp Jepang bakal memecah perusahaan menjadi tiga. Hal itu diumumkan manajemen pada Jumat (12/11/2021).

Mengutip Reuters, Sabtu (13/11), pemecahan dilakukan dengan melakukan pemisahan (spin off) terhadap dua bisnis inti, yaitu bisnis energi dan infrastruktur, dan bisnis perangkat dan penyimpanan.

Setelah melepas kedua perusahaan tersebut, Toshiba tetap akan memiliki 40,6 persen saham pada produsen chip memori Kioxia serta aset lainnya.

Rencana tersebut diambil usai skandal tata kelola yang melanda perusahaan. Sumber Reuters menyebut kebijakan itu untuk mendorong sebagian pemegang saham keluar.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan Jumat,  manajemen Toshiba meyakini pemisahan perusahaan adalah jalan terbaik untuk meningkatkan nilai pemegang saham,.

"Keputusan tersebut memungkinkan setiap bisnis untuk secara signifikan meningkatkan fokusnya dan memfasilitasi pengambilan keputusan yang lebih gesit dan struktur biaya yang lebih ramping," jelas pernyataan tersebut.

Perusahaan menargetkan reorganisasi perusahaan selesai pada paruh kedua 2023.

Perusahaan yang berdiri sejak 1875 itu terus dilanda krisis sejak skandal akuntansi pada tahun 2015. Dua tahun kemudian, Toshiba mendapatkan suntikan U$5,4 miliar dari lebih dari 30 investor luar negeri untuk menghindari delisting di antaranya Elliot Management Third Point dan Farallon.

Namun, setelah itu muncul ketegangan antara manajemen dan investor yang berlangsung selama bertahun-tahun. Puncaknya, pada Juni lalu, hasil investasi pemegang saham menyimpulkan Toshiba melakukan kolusi dengan Kementerian Perdagangan Jepang untuk menghalangi investor dalam memberikan pengaruh pada rapat pemegang saham tahun lalu.

Laporan itu juga menyatakan Toshiba terlalu bergantung pada Kementerian Perdagangan. Selain itu, masalah juga disebabkan oleh "kehati-hatian yang berlebihan terhadap dana investasi asing" dan "kurangnya kemauan untuk mengembangkan hubungan yang baik dengan mereka."

Sebelumnya, Toshiba merilis laporan yang menyatakan para eksekutifnya termasuk CEO telah bertindak secara tidak etis namun tidak ilegal.

Sumber: Reuters/News/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Tampil Dominan di Final, Tim Putra SMA Darma Yudha Sabet Juara HSBL 2026 Pekanbaru Series

Tim putra SMA Darma Yudha Pekanbaru keluar sebagai champion Riau Pos-Honda HSBL 2026 Pekanbaru Series…

18 jam ago

Polda Riau Sosialisasi Uji Kompetensi Satpam dan Luncurkan Layanan KTA Keliling

Ditbinmas Polda Riau menggelar sosialisasi Uji Kompetensi Satpam sekaligus meresmikan inovasi pelayanan Perpanjangan KTA Satpam…

20 jam ago

Gajah Diego Mati di PLG Minas, Kematian Gajah Kelima di Riau Sepanjang 2026

Gajah jinak bernama Diego (17) mati di PLG Minas akibat infeksi pencernaan kronis. Ini menjadi…

2 hari ago

SMAN 1 dan Darma Yudha Siap Bentrok di Final Putri HSBL 2026 Pekanbaru

Sektor putri SMAN 1 Pekanbaru dan SMA Darma Yudha sukses melaju ke partai final HSBL…

2 hari ago

Sekda Nonaktif Kuansing Didakwa Suap Bupati Dua Mobil Mewah Demi Muluskan Jabatan

Sekda nonaktif Kuansing Zulkarnain didakwa menyuap Bupati nonaktif Suhardiman Amby dengan dua mobil mewah demi…

2 hari ago

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

3 hari ago