pertamina-harus-jelaskan-antrean-panjang-solar
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Penjelasan Pertamina bahwa tidak ada pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) kontradiktif dengan kondisi di sejumlah SPBU di Kota Pekanbaru. Bahkan hingga siang ini antrean masih terlihat di sejumlah SPBU. Antrean panjang didominasi kendaraan berat jenis truk, terutama di SPBU wilayah pinggir kota.
Pengamat Kebijakan Publik Universitas Riau Khairul Amri mempertanyakan pertentangan pernyataan Pertamina dan kondisi di lapangan. Menurutnya Pertamina harus menjelaskan kondisi tersebut kepada publik. Apalagi yang antri saat ini tersebut merupakan kendaraan angkutan barang yang berkaitan dengan denyut nadi perekonomian.
''Idealnya Pertamina harus menjelaskan, mengapa kelangkaan terjadi. Kalau stok solar katakanlah tidak dikurangi, mengapa antrean di SPBU luar biasa, bahkan menyebabkan kemacetan,'' sebut Khairul.
Khairul khawatir, kalau antrean serupa beberapa hari terakhir ini terus terjadi berlarut-larut, bisa berdampak pada ekonomi secara umum. Sementara secara khsus ini akan mengganggu dapur para sopir truk yang mencari makan dengan membawa truk secara harian.
''Kalau ini benar tidak ada pembatasan, berarti ada ketidakteraturan yang teratur di lapangan. Masalah ini perlu diselesaikan oleh Pertamina secepatnya,'' ujar Khairul yang juga merasa khawatir nasib solar subsidi menjadi seperti BBM subsidi lain layaknya premium.
Laporan: Hendrawan Kariman (Pekanbaru)
Editor: E Sulaiman
Buya Yahya ingatkan persiapan utama Ramadhan adalah membersihkan hati dan menyusun rencana ibadah agar bulan…
Disdikpora Kampar atur jam belajar dan jadwal libur Ramadan 1447 H. PAUD-TK diliburkan, SD dan…
Rumah kontrakan kosong di Jalan Rajawali Pekanbaru terbakar. Kerugian diperkirakan Rp180 juta, penyebab masih diselidiki.
KPK periksa 10 saksi dugaan korupsi proyek PUPR Riau yang menjerat Abdul Wahid. Penyidikan terus…
Satnarkoba Polres Kampar tangkap pria dengan 132 paket sabu siap edar. Pelaku positif narkoba dan…
Baznas Rohul luncurkan Z-Auto, 13 penerima manfaat dapat bantuan bengkel motor untuk dorong lapangan kerja…