Categories: Ekonomi Bisnis

Ekonomi Masih Tumbuh Stabil

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia memang masih dibayang-bayangi ketidakpastian global. Hal itu pula yang membuat pertumbuhan ekonomi triwulan III tahun ini hanya mampu berada di level 5,02 persen.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, ekonomi Indonesia mampu tumbuh berkualitas di tengah ketidakpastian global. ‘’Meski terjadi perlambatan, pencapaian ini masih lebih baik dibandingkan beberapa negara lainnya di ASEAN. Di antaranya Malaysia, Thailand, dan Singapura,’’ ujarnya di Jakarta, akhir pekan.

Perlambatan ekonomi global merupakan tantangan yang saat ini dihadapi oleh seluruh negara di dunia. Bahkan IMF dalam laporannya periode Oktober 2019 kembali menurunkan proyeksi pertumbuhan global untuk tahun 2019.

Januari lalu IMF merevisi proyeksi pertumbuhan dari 3,5 persen turun menjadi 3,3 persen pada laporan April 2019. Angka itu terus direvisi ke bawah hingga ekonomi global diperkirakan hanya tumbuh 3,0 persen di tahun ini seperti dilansir pada laporan yang dirilis Oktober lalu.

Perkiraan serupa juga dilakukan oleh Bank Dunia yang dalam laporan pada Januari lalu sempat memperkirakan ekonomi global tumbuh 2,9 persen (yoy). Namun, Juni lalu Bank Dunia merevisi dengan memperkirakan pertumbuhan hanya di level 2,6 persen.

‘’Sebenarnya, kinerja ekonomi Indonesia sepanjang tahun ini cukup baik secara fundamental karena banyak negara justru mengalami perlambatan ekonomi yang lebih dalam, misalnya Cina, Amerika Serikat, dan Uni Eropa,’’ tuturnya.

Airlangga melanjutkan, relatif baiknya kinerja ekonomi Indonesia juga tercermin dari berlanjutnya tren penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT). Bila pada Agustus 2015, TPT tercatat 6,18 persen, maka pada Agustus 2017 dan Agustus 2018 turun menjadi 5,50 persen dan 5,34 persen. Data terkini Agustus 2019, TPT telah turun menjadi 5,28 persen.

Pencapaian itu disebutnya merupakan sesuatu hal yang luar biasa. Sebab, di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat perang dagang dan konflik geopolitik, perekonomian Indonesia masih tetap tumbuh berkualitas dan stabil melalui penciptaan lapangan-lapangan kerja baru. ‘’Sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia,’’ tambahnya.

Hingga kini, kondisi ketidakpastian global terus memanas. Hal itu dipicu perang dagang antara AS dan Cina, serta tren penurunan harga berbagai komoditas. Beberapa negara pun secara bertahap mulai melonggarkan kebijakan moneternya. (dee/jpg)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

51 Peserta Daftar Calon Pimpinan Baznas Riau Periode 2026–2031, Ini Tahapan Seleksinya

Pendaftaran calon pimpinan Baznas Riau periode 2026–2031 ditutup dengan 51 peserta. Seleksi administrasi dimulai sebelum…

9 jam ago

Rida K Liamsi Disebut Terima Gaji Rp200 Juta, Ini Kesaksian Dirut Riau Pos

Sidang perkara penggelapan Riau Pos mengungkap gaji Rida K Liamsi Rp200 juta per bulan dan…

10 jam ago

115 Titik Panas Terdeteksi di Riau, Indragiri Hulu Tertinggi dan Udara Pekanbaru Tidak Sehat

BMKG Pekanbaru mendeteksi 115 titik panas di Riau pada Rabu (16/9/2026). Indragiri Hulu menjadi wilayah…

10 jam ago

Houthi Serang Tiga Kota Arab Saudi dengan Rudal dan Drone, 13 Warga Terluka

Houthi melancarkan serangan rudal dan drone ke tiga kota Arab Saudi. Sebanyak 13 warga terluka…

10 jam ago

Disdukcapil Pekanbaru Ingatkan Warga Waspadai Penipuan Mengatasnamakan Petugas

Disdukcapil Pekanbaru mengingatkan warga waspada penipuan online yang mencatut nama petugas dan meminta data pribadi…

10 jam ago

Sindikat SIM Palsu di Siak-Pekanbaru Terbongkar, 8 Tersangka Diamankan

Polres Siak membongkar sindikat SIM palsu lintas wilayah. Delapan tersangka diamankan, 48 blangko SIM bekas…

13 jam ago