Categories: Ekonomi Bisnis

Inflasi Mei 2019 Sebesar 0,68 Persen

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Sepanjang bulan Mei 2019, secara nasional inflasi tercatat sebesar 0,68 persen. Jika dilihat dari inflasi tahun kalender tercatat 1,48 persen dan 3,32 persen untuk inflasi tahunan. Badan Pusat Statistik mencatat, inflasi dipengaruhi oleh kenaikan harga kelompok bahan makanan.

Saat menyampaikan hasil penghitungan inflasi, Kepala BPS Suhariyanto menyampaikan, harga berbagai komoditas pada Mei 2019 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS di 82 kota, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran.

Di antaranya, kelompok bahan makanan sebesar 2,02 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0.56 persen dan baru diikuti oleh kelompok perumahan seperti air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,06 persen. Sedangkan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,54 persen.

’’Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Mei 2019 antara lain cabai merah, daging ayam ras, bawang putih, ikan segar, tarif angkutan antar kota, telur ayam ras, kentang, tomat, tarif angkutan udara, tarif kereta api, ikan diawetkan dan lain-lain,’’ kata Suhariyanto di Kantor BPS, Jakarta, Senin (10/6/2019).

Sementara itu, menurut Suhariyanto, kota yang mengalami inflasi tertinggi terjadi di Tual, Maluku dan inflasi terendah terjadi di Kediri dengan 0,05 persen. Di sisi lain, kata dia, hanya satu kota yang memberikan deflasi pada Mei 2019, yaitu Merauke sebesar 0,49 persen.

Dia mengatakan, besaran inflasi pada Mei 2019 dipengaruhi oleh momen Ramadan dan hari raya Idul Fitri 1440 H. Menurutnya, besaran angka inflasi itu masih dalam kategori terkendali.

’’Target yang dipasang oleh pemerintah adalah 3,5 persen dengan memperhatikan target ini saya akan simpulkan bahwa inflasi Mei 2019 terkendali,’’ katanya. Sementara itu, Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira mengatakan, inflasi pada Mei 2019 dinilai relatif tinggi. Musababnya, pemerintah dinilai kurang melakukan langkah antisipasi lonjakan pangan.

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Cegah Kelangkaan Pertalite, SPBU Bangkinang Tambah Pasokan hingga 16 Ton

SPBU Bangkinang tambah pasokan Pertalite hingga 16 ton untuk atasi antrean panjang jelang akhir bulan,…

13 jam ago

Jemaah Calon Haji Kuansing Meninggal Saat Momen Pelepasan, Jenazah Dimakamkan di Kampung Halaman

Seorang JCH Kuansing meninggal dunia usai alami serangan jantung saat pelepasan. Jenazah dimakamkan di kampung…

1 hari ago

Fakta Baru Kasus Korupsi Riau, Satpam Ngaku Antar Duit Rp300 Juta

Pengakuan satpam PUPR Riau di sidang Tipikor ungkap pengantaran uang Rp300 juta terkait dugaan pemerasan…

1 hari ago

Hakim Vonis Ringan Kasus Penggelapan Miliaran, Kejari Inhil Siap Banding

Vonis ringan kasus penggelapan Rp7,1 miliar di Inhil tuai sorotan. Kejari siap banding, korban kecewa…

1 hari ago

45 Jemaah Haji Riau Akhirnya Berangkat Usai Alami Penundaan

Sebanyak 45 jemaah haji Riau yang sempat tertunda kini telah diberangkatkan ke Tanah Suci dengan…

1 hari ago

Wako Pekanbaru Jemput Dukungan Pusat, Gaspol Benahi Sistem Sampah

Wako Pekanbaru jemput dukungan pusat untuk percepat waste station dan penataan TPA, dorong sistem pengelolaan…

2 hari ago