Categories: Ekonomi Bisnis

Virus Corona Terus Melemahkan Rupiah

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Perdagangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan melemah. Hal ini seiring dengan kecemasan terhadap perkembangan virus corona yang merenggut kematian diatas 800 orang.

“Pasar kembali mengkhawatirkan perkembangan virus corona dengan pertambahan jumlah kematian mencapai di atas 800 orang yang melebihi jumlah kematian akibat SARS,” kata Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra kepada Jawapos.com, Senin (10/2).

Kecemasan tersebut, menurutnya, dapat memicu pelemahan aset berisiko, termasuk rupiah. Mengutip yahoofinance, posisi rupiah saat ini menguat Rp13.643 terhadap dolar AS.

“Hari ini dolar terhadap rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp13.620-13.720,” tuturnya.

Pihaknya merekomendasikan para investor untuk beralih pada investasi aset aman seperti emas. “Harga emas sebagai aset aman, terlihat sudah bergerak naik sejak pembukaan pagi ini,” ucapnya.

Mengutip laman Reuters, di pasar spot, harga emas naik 0,15 persen ke level 1.572,6 per ons dolar AS. Namun emas spot turun 1,3 persen secara mingguan, di jalur pelemahan mingguan terburuk sejak awal November tahun lalu. Sementara itu harga emas pasar berjangka naik 0,1 persen ke harga 1.571,90 per ons dolar AS.

Sebagai informasi, wabah virus corona terus meluas dan makin mengkhawatirkan. Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok menyatakan 813 orang meninggal akibat virus asal Wuhan tersebut. Jumlah korban meninggal 813 orang meninggal itu sebagaimana dilaporkan South China Morning Post, Ahad (9/2). Sementara untuk jumlah yang terinfeksi mencapai 37.552 orang secara global.

Sementara dilansir Channel News Asia, lebih dari 2.600 kasus baru. Hari ini, Komisi Kesehatan Nasional China menyatakan, ada 89 kematian baru akibat virus tersebut. Paling parah terjadi di provinsi Hubei. Total korban meninggal akibat virus korona mencapai 813 orang.

Jumlah kasus kematian akibat virus korona lebih tinggi dan bahaya daripada jumlah kematian yang disebabkan oleh virus Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS). Untuk SARS menewaskan 774 orang pada 2002-2003 silam.

Tiongkok telah berjuang untuk menahan virus saat ini meskipun telah mengisolasi 56 juta orang di Hubei. Virus ini telah menyebar luas ke 20 negara, bahkan lebih. Hal itu mendorong banyak negara melarang penerbangan menuju maupun dari China.

Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman

 

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

BRK Syariah Resmikan Rahn Gadai Emas di Bintan, Solusi Pembiayaan Kini Makin Mudah

BRK Syariah resmi meluncurkan layanan Rahn Gadai Emas di Bintan untuk memperluas akses pembiayaan syariah…

12 jam ago

Menjangkau Pelosok, PLN Gencarkan Literasi Digital Kelistrikan di Tapung Hilir

PLN UIP Sumbagteng menggelar sosialisasi PLN Mobile di Tapung Hilir untuk memperluas literasi digital kelistrikan…

15 jam ago

Harga Karet Kuansing Makin Nanjak, Pekan Ini Tembus Rp20.125 per Kg

Harga karet petani Kuansing kembali naik menjadi Rp20.125 per kilogram. Produksi meningkat seiring membaiknya harga…

17 jam ago

Sidak Kecamatan Marpoyan Damai, Wako Pekanbaru Minta Pelayanan Lebih Cepat

Wali Kota Pekanbaru sidak Kecamatan Marpoyan Damai dan menekankan pelayanan cepat serta kenyamanan warga.

2 hari ago

Distankan Pekanbaru Periksa 3.754 Hewan Kurban, Belum Temukan Kasus Penyakit

Distankan Pekanbaru telah memeriksa 3.754 hewan kurban dan memastikan belum ditemukan kasus penyakit.

2 hari ago

Tiga Wakil Rektor Umri Dilantik, Siap Perkuat Tata Kelola Berstandar Internasional

Umri melantik wakil rektor baru dan menargetkan penguatan tata kelola kampus menuju standar internasional.

2 hari ago