Categories: Ekonomi Bisnis

Investor Pasar Modal di Riau Naik hingga 181 Persen

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau mencatat peningkatan jumlah investor di sektor pasar modal yang cukup fantastis di awal tahun 2022 ini, di mana peningkatan mencapai 181 persen.

"Pada posisi Februari 2022 secara year on year (YoY) terjadi peningkatan jumlah investor yang luar biasa," ujar Kepala OJK Riau Muhamad Lutfi, Ahad (8/5).

Ia mengatakan, berdasarkan data Single Investor Identification (SID), jumlah investor di Riau bertambah dari 79.524 menjadi 143.633. "Tidak hanya itu, peningkatan juga terlihat pada nilai kepemilikan saham. Tercatat pada periode sama, nilai kepemilikan saham naik dari Rp2.639 miliar menjadi Rp3.656 miliar atau 39 persen," tuturnya.

Sementara itu, untuk pergerakan nilai transaksi saham, mengalami penurunan hingga minus 32 persen. "Kalau kita lihat kondisi ini memang berbanding terbalik dengan peningkatan jumlah investor dan nilai kepemilikan, yang mana transaksi saham justru mengalami penurunan dari Rp4.762 miliar menjadi Rp3.259 miliar atau turun hingga -32 persen," sebutnya.

Sebelumnya, Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau juga telah menyampaikan pertumbuhan positif Industri Jasa Keuangan (IJK) di sektor Perbankan. Untuk sektor perbankan, periode bulan Februari 2022 secara year on year, aset Bank Umum tercatat sebesar Rp183,42 triliun. Angka ini mengalami peningkatan hingga 21,14 persen.

Peningkatan yang dimaksud juga diikuti oleh peningkatan kinerja perkreditan yang tercermin dari kenaikan penyaluran kredit sebesar 7,61 persen menjadi Rp77,83 triliun dengan risiko kredit yang terpantau relatif stabil pada rasio NPL 2,26 persen.

Kinerja penghimpunan dana juga mengalami peningkatan tercermin dari peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 20,55 persen menjadi Rp109,22 triliun.

Di sisi lain, di tengah tekanan pandemi Covid-19, kinerja Tahun 2022 posisi Februari 2022 industri BPR masih dapat mempertahankan kinerjanya tercermin dari nilai aset sebesar Rp1,95 triliun  atau 2,14 persen YTD, kredit sebesar Rp1,08 triliun  atau 0,97 persen YTD, dan DPK sebesar Rp1,38 triliun  atau 1,14 persen. Untuk risiko kredit pada rasio Non Performing Loan (NPL) sebesar 11,09 persen.(anf)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Besok Pagi! Bergerak Bersama Mitsubishi Motors dan Riau Pos Hadirkan Rifat Sungkar di Pekanbaru

Mitsubishi Motors bersama Riau Pos menggelar Bergerak Bersama di Grand Ubud Pekanbaru dengan beragam aktivitas…

16 jam ago

Pemko Pekanbaru Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah, Layanan Pengaduan SPMB Dibuka

Pemko Pekanbaru membuka layanan pengaduan dan jalur pemenuhan kuota SPMB SMP 2026 agar seluruh anak…

2 hari ago

PKL Kembali Menjamur di Sekitar Jembatan Siak IV, Satpol PP Pastikan Penertiban Berlanjut

PKL kembali bermunculan di Jalan Sudirman Ujung dekat Jembatan Siak IV. Satpol PP Pekanbaru menegaskan…

2 hari ago

BBM Langka di Pulau Bengkalis, Pertalite Eceran Tembus Rp25 Ribu per Liter

Kelangkaan BBM di Pulau Bengkalis membuat warga kesulitan beraktivitas. Antrean panjang terjadi di SPBU, sementara…

2 hari ago

Tak Seramai Tahun Lalu, Animo Pengunjung Festival Bakar Tongkang Rohil Berkurang

Festival Bakar Tongkang 2026 di Bagansiapiapi berlangsung lancar, namun jumlah pengunjung menurun. Tiang tongkang roboh…

3 hari ago

Pendaftaran SPMB SD Pekanbaru Ditutup Hari Ini, Pengumuman Dijadwalkan 3 Juli

Hari terakhir pendaftaran SPMB SD Negeri Pekanbaru diwarnai kedatangan wali murid ke sekolah untuk memastikan…

3 hari ago