Categories: Ekonomi Bisnis

Tingkatkan Produksi untuk Kendalikan Inflasi

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) – Maret lalu, Riau mengalami inflasi sebesar 0,10 persen. Lima komoditi makanan menjadi penyumbang terbesar inflasi di Riau. Komoditi tersebut adalah beras, bawang, telur, ayam, dan cabai.

Hal ini disampaikan oleb Kepala Kantor Perwakilan (Kpw) Bank Indonesia Riau Decymus, dalam acara High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Riau yang diadakan oleh Pemerintah Provinsi Riau bekerja sama dengan Kpw BI Riau, Rabu (7/6). "Inflasi di Riau tak jauh-jauh karena lima hal itu," kata Decymus.

Dijelaskan Decymus, inflasi terjadi karena adanya defisit pangan, oleh karena itu diperlukan peningkatan dalam produksi. Ia mengatakan, bersama-sama Pemerintah Provinsi Riau pihaknya berupaya meningkatkan produksi untuk ketahanan pangan.

Selain itu, inflasi juga terjadi pada saat-saat tertentu, seperti Ramadan, setelah panen, hari raya besar, dan lain-lain. Agar lonjakan tak berulang, maka diaturlah siklus tanam, sehingga petani tidak menanam secara bersamaan, untuk menghindari jatuhnya harga.

"Agar pasokan sepanjang tahun tersedia dan nasib petani tidak jatuh, nanamnya diatur, jadi nanti OPD-OPD mulai aktif memberikan edukasi kepada petani, supaya nanamnya jangan bersamaan, diatur, bergiliran, supaya produksi pangan terjaga," jelas Decymus.

Decymus juga menyapaikan pihaknya berkordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau, pemerintah daerah, dan bulog, serta Polda Riau, untuk memastikan kelancaran distribusi pangan. Dari sisi BI sendiri melaksanakan pengendalian permintaan.

Ia mengajak masyarakat untuk belanja dengan bijak. Menurutnya, kenaikan harga pangan tak hanya disebabkan oleh kurangnya pasokan dan distribusi, tapi juga melonjaknya permintaan masyarakat. "Kalau belanja yang tidak perlu ditahan djlu, karena belanja-belanja berlebihan itu bisa memperburuk situasi. BI mengajak masyarakat bijak dalam belanja," tuturnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution mengatakan, untuk mengendalikam inflasi diperlukan kerja sama yang baik oleh semua tim TPID Riau, terlebih di saat Ramadan dan Idulfitri. "Kerja sama antar daerah itulah yang kita harapkan sehingga masing-masing daerah ini saling berkomunikasi melakukan koordinasi," ujarnya.

Untuk mencegah adanya pedagang-pedagang nakal yang melakukan penimbunan, pihaknya juga akan bekerja sama dengan kepolisian. Sementara itu, sebagai upaya peningkatan produksi salah satunya dilaksanakan program jaga kampung.(das)

Laporan : Mujawaroh Annafi (Pekanbaru)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

APBD Terbatas, Meranti Andalkan Program IJD untuk Benahi 9,6 Km Jalan

Pemkab Kepulauan Meranti mengusulkan tiga ruas jalan sepanjang 9,6 km masuk program IJD dengan kebutuhan…

17 jam ago

Kabut Asap Karhutla Kembali Selimuti Pekanbaru, Polusi Tertinggi Ketiga di Indonesia

Kabut asap karhutla masih menyelimuti Pekanbaru. Kualitas udara memburuk, AQI mencapai 171 dan 156 titik…

18 jam ago

Bentrokan Konflik Lahan 80 Hektare di Kuansing, 9 Orang Terluka

Bentrokan dua kelompok terkait konflik lahan 80 hektare terjadi di Kuansing. Sembilan orang terluka dan…

18 jam ago

Jalan Sontang-Duri Kembali Berlumpur, Truk Bermuatan Berat Banyak Terjebak

Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan menggerus timbunan. Truk bermuatan berat kesulitan melintas dan terjebak…

19 jam ago

Erupsi 4 Gunung Bikin 8 Bandara Ditutup, 35 Penerbangan Pekanbaru-Jakarta Batal

Erupsi empat gunung mengganggu penerbangan. Sebanyak 35 penerbangan dari dan ke Pekanbaru batal setelah delapan…

19 jam ago

Distribusi Tersendat, Semen di Rohul Langka hingga Warga Harus Antre

Kelangkaan semen di Rohul hampir sebulan membuat warga harus booking. Omzet toko bangunan turun hingga…

19 jam ago