Categories: Ekonomi Bisnis

Transaksi Digital Makin Meningkat

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Sejak mewabahnya virus corona, penggunaan transaksi digital di tengah masyarakat semakin meningkat. Bahkan implementasi sistem pembayaran nontunai bagi UMKM yang pada awalnya direncanakan baru akan berjalan lima tahun ke depan, secara tidak langsung sudah  tercapai saat ini.

Kepala Divisi Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah (SP PUR) Asral Mashuri mengatakan pandemi Covid-19 saat ini dianggap sebagai blessing in disguise bagi percepatan implementasi transaksi nontunai, karena pembayaran tunai tidak lagi menjadi pilihan utama dan masyarakat beralih menggunakan nontunai.

Bahkan peningkatan penggunaan mobile banking secara nasional mencapai 70 persen. "Secara nasional, transaksi nontunai menggunakan mobile banking meningkat mencapai 70 persen sepanjang Februari sampai Juni 2020," ungkap Asral, Kamis (6/8).

Hal ini dipengahruhi oleh isu bahwa uang tunai berpotensi menjadi salah satu media penularan Covid-19, sehingga masyarakat akan cenderung berhati-hati dalam menggunakan uang tunai dan berdampak pada preferensi untuk mencari alternatif pembayaran dengan nontunai, salah satunya dengan menggunakan QRIS.

"Sudah saatnya masyarakat Indonesia beradaptasi mengikuti perkembangan ekonomi digital, terutama dalam hal transaksi pembayaran. Penggunaan transaksi digital yang tidak memerlukan adanya kontak fisik antara pembeli dan penjual sangat diperlukan di era pandemi Covid-19 saat ini," ujarnya.

Kendati demikian, dikatakan Asral, penggunaan sistem pembayaran nontunai saat ini belum menjadi suatu keharusan namun masih menjadi pilihan, hanya sektor-sektor tertentu yang diwajibkan untuk melakukan transaksi dengan nontunai.

Sebagai contoh pada transaksi pembayaran di gerbang tol dan gerbang keluar bandara, pembayaran non tunai diwajibkan karena terkait dengan sistem antrean, di mana hal tersebut membutuhkan proses pembayaran yang cepat agar tidak menimbulkan kemacetan.

Berbeda halnya dengan transaksi pembayaran di retail atau merchant yang tidak memerlukan waktu singkat untuk menyelesaikan transaksi pembayaran, sehingga sistem pembayaran nontunai dapat menjadi sebuah pilihan saja bagi konsumen.(das)

Laporan: MUJAWAROH ANNAFI (Pekanbaru)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Harmoni Imlek di Kebun PTPN: Toleransi Tumbuh di Tengah Rutinitas Panen

Kisah Akiong dan Tony di PTPN IV Regional III menunjukkan harmoni etnis tumbuh alami di…

3 jam ago

Buka Puasa Makin Seru! Kala Iftar di Hotel Dafam Cuma Rp109 Ribu

Hotel Dafam Pekanbaru hadirkan promo “Kala Iftar” Rp109 ribu per orang. Nikmati menu nusantara hingga…

3 jam ago

Sikat Gigi dan Berkumur di Siang Hari Ramadan

Saya seorang wanita dan juga seorang pekerja. Saya ingin bertanya, bagaimana hukum sikat gigi atau…

5 jam ago

Lapas Bengkalis Turun Tangan, Siapkan Masjid Nyaman untuk Tarawih

Lapas Bengkalis gelar kerja bakti bersihkan Masjid Nurus’saadah jelang Ramadan agar jamaah lebih nyaman beribadah.

6 jam ago

Transaksi Ritel Ditargetkan Tembus Rp50 Triliun

Transaksi ritel Lebaran 2026 ditargetkan tembus Rp50 triliun lewat program BINA dan dorongan belanja masyarakat…

6 jam ago

Wabup Rohul Pimpin Pelepasan Jenazah Kades Lubuk Napal

Wabup Rohul pimpin pelepasan jenazah H Syofyan, Kades Lubuk Napal. Suasana haru iringi prosesi penghormatan…

6 jam ago