1-500-hotel-tutup-pusat-perbelanjaan-dan-restoran-omzet-turun-capai-70-persen
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Saat ini pemerintah Indonesia sedang dihadapkan dengan pandemi virus corona atau (Covid-19). Dunia bisnis pun terkena dampaknya. Terutama di sektor pariwisata.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama mengatakan, dalam rapat dengan Komisi X DPR memaparkan, ada 1.500 hotel yang tutup akibat virus corona tersebut.
“Banyak hotel tutup sementara, totalnya ada 1.500 hotel,” ujar Whisnutama dalam rapat dengan Komisi X DPR, Senin (6/4) kemarin.
Selain itu Whisnutama juga memaparkan banyak pusat pemberlanjaan yang tutup sementara. Sementara destinasi wisata atau tempat hiburan juga tutup sementara akibat virus tersebut.
“Destinasi wisata atau tempat hiburan tutup sementara,” katanya.
Kemudian restoran dan rumah makan juga mengalami penurunan omzet drastis. Hal ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah karena dampak corona ini.
“Penurunan omzet 70 persen. Itu restoran dan rumah makan,” ungkapnya.
Sementara terpisah, Wakil Ketua Komisi X Hetifah Sjaifudian mengatakan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan memberikan beberapa stimulus untuk industri pariwisata, seperti pembebasan Pembayaran BPJS Kesehatan/Ketenagakerjaan, pengurangan biaya utilitas, dan relaksasi pinjaman bank.
Sehingga menurut Hetifah saat ini yang perlu dilakukan pemerintah adalah proses pendataan sangat penting agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.
“Ada teman-teman pelaku parekraf yang tadinya tidak tergolong miskin, namun jatuh miskin dengan adanya wabah ini. Kemenparekraf harus dapat mendata ini secara akurat agar mereka bisa mendapatkan bantuan,” katanya.
Hetifah juga mengingatkan, program-program intervensi dari pemerintah harus menyentuh hingga lapisan terbawah.
Hetifah yang juga merupakan Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menambahkan, banyak pekerja informal pariwisata dan ekonomi kreatif yang sangat terdampak dengan adanya wabah ini.
“Contohnya pedagang-pedagang kecil cinderamata di objek-objek wisata. Mungkin mereka tidak terdaftar dalam database Kemenparekraf. Namun demikian, penghidupannya sangat terpengaruh. Kemenparekraf juga harus merancang program yang bisa menyentuh mereka,” pungkasnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman
Maha Vihara Maitreya Pekanbaru mengenalkan makanan vegetarian melalui bazar Waisak dengan 47 stan kuliner dan…
DPRD Bengkalis menyampaikan berbagai keluhan masyarakat terkait listrik kepada PLN, mulai dari pemadaman hingga desa…
PSMTI Riau bersama PMI Pekanbaru menggelar donor darah dalam rangka Waisak 2570 BE. Ratusan peserta…
Jemaah haji Riau mulai dipulangkan dari Jeddah pada 4 Juni. Kemenhaj mengingatkan larangan membawa air…
Sekitar 12 gajah liar masuk ke perkebunan warga di Muara Fajar, Rumbai. Tim gabungan berhasil…
Program Cek Kesehatan Gratis di Riau masih minim peminat. Hingga akhir Mei 2026, baru 8,54…