Categories: Ekonomi Bisnis

Epson Hadirkan Solusi Percetakan Terintergrasi untuk Bekerja Hybrid

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Semenjak pemerintah mulai mengeluarkan aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 yang terhitung sejak 24 Agustus lalu, beberapa sektor perkantoran non-esensial sudah mulai banyak yang memberlakukan kerja hibryd yaitu, bekerja di kantor dengan kapasitas 25 persen staf karyawan bekerja dan sisanya bekerja dari rumah. 

Adanya keputusan peraturan ini, masyarakat kembali didorong untuk beradaptasi kembali dari 100 persen bekerja di rumah kini sudah mulai bisa bekerja di kantor. Dengan keputusan ini, tentunya pemerintah berharap bahwa masyarakat dapat kembali meningkatkan produktivitas dan operasional perkantoran di beberapa sektor non-esensial untuk memulihkan perekonomian nasional.

Dengan kembalinya operasional perusahaan, secara otomatis pekerjaan-pekerjaan kantor seperti tugas-tugas pencetakan dokumen bisnis akan semakin banyak dilakukan. Hal ini, menjadi perhatian Epson untuk memberikan beberapa solusi yang mempertimbangkan kebutuhan para pelanggan melalui produk-produk dengan keunggulan seperti konsumsi energi yang rendah, kemudahan penggunaan dan operasional, heat-free technology (teknologi bebas-panas), dan integrasi serta konektivitas yang mudah bagi pengguna mesin cetak.

"Dengan tren bekerja hibrida yang sudah mulai banyak dilakukan di perkantoran saat ini, kami memahami bahwa keperluan pencetakan dokumen bisnis menjadi hal penting bagi perusahaan-perusahaan seperti di segmen korporasi, segmen pemerintahan dan juga segmen UMKM," ujar kata Head of Visual Instrument & Printer Department Epson Indonesia, Zanipar S A Siadari dalam rilis, Kamis (30/9).

"Sehingga, Epson Indonesia melihat ini waktu yang tepat untuk memberikan solusi pencetakan terintegrasi dengan berbagai solusi berbentuk aplikasi, yang memungkinkan para karyawan dapat melakukan tugas cetak-mencetak di manapun dan darimanapun mereka bekerja. Kemudian, solusi ini juga sekaligus ingin menciptakan pengalaman mencetak yang lebih sederhana dan mudah sehingga mampu meningkatkan efisiensi dan produktifitas perusahaan," tambahnya.

Beberapa pilihan Business Inkjet Epson yang menjadi solusi pencetakan terintegrasi yang dapat meningkatkan produktivitas dan juga yang mendukung bisnis berkelanjutan dibagi menjadi tiga kategori yaitu pertama, kelompok kerja besar dan volume cetak tinggi yang bisa menggunakan WF-C21000 (100ppm) dan WF-M20590 (100ppm Hitam Putih). Kedua, kelompok kerja menengah bisa menggunakan WF-C20750 (75ppm) dan WF-C20600 (60ppm). Ketiga, kelompok kerja kecil yang bisa menggunakan WF-C5790/C5290 (24ppm), WF-C579R (24ppm), L6550/L6580 (25ppm), L15160 (25ppm), WF-C878R (25ppm), dan WF-C879R (26ppm).

Beberapa unit Business Inkjet Epson telah digunakan oleh berbagai perusahaan yang bergerak dalam berbagai bidang usaha. Seluruh model Inkjet Epson sudah tersedia dan untuk informasi lebih lanjut silakan kunjungi situs web www.epson.co.id atau distributor lokal Epson terdekat di lokasi Anda.

Epson menghadirkan solusi pencetakan bisnis terintegrasi agar memudahkan para pengguna melakukan pencetakan dokumen dari mana saja. Dengan teknologi Inkjet memungkinkan pencetakan cepat dengan langkah yang lebih sedikit. Printer dapat langsung digunakan tanpa harus menunggu waktu pemanasan, lalu konsumsi energi (listrik) dan emisi CO2 yang hingga 85 persen lebih rendah serta penggantian suku cadang lebih rendah hingga 59 persen.(das)
 

Laporan DENNI ANDRIAN, pekanbaru

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis

Ratusan warga Bengkalis menyerbu pasar murah Minyakita dan beras SPHP. Stok cepat habis, pemerintah siapkan…

1 hari ago

267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan

Sebanyak 267 pedagang pasar subuh mendukung relokasi sementara untuk penataan Pasar Induk Tembilahan agar lebih…

1 hari ago

Remaja 13 Tahun Diduga Terseret Arus di Sungai Kampar, Pencarian Masih Berlangsung

Remaja 13 tahun dilaporkan tenggelam di Sungai Kampar kawasan Kuok. Tim BPBD bersama warga masih…

1 hari ago

SMAN 1 Kuantan Hilir Tumbangkan Runner Up HSBL 2025 di Laga Perdana

HSBL 2026 resmi dimulai di Telukkuantan dengan duel panas dua rival lama, SMAN 1 Kuantan…

1 hari ago

Hantavirus Belum Ditemukan di Riau, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan

Diskes Riau memastikan belum ada kasus hantavirus di Riau dan mengimbau masyarakat tetap waspada serta…

1 hari ago

Bandara SSK II Tetap Normal saat Long Weekend, Belum Ada Lonjakan Penumpang

Aktivitas penumpang di Bandara SSK II Pekanbaru saat long weekend Kenaikan Isa Almasih masih normal…

2 hari ago