Categories: Ekonomi Bisnis

Keren, Pengguna IPhone Kini Bisa Lakukan Servis Sendiri

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Apple akhirnya meluncurkan program Self Service Repair Store resminya. Dengan program ini, pengguna iPhone yang ingin melakukan servis mandiri atau sendiri akan dikirimkan serangkaian suku cadang dan alat untuk memperbaiki model iPhone SE (generasi ketiga), iPhone 12, dan iPhone 13 yang rusak.

Bagi yang bisa atau gemar mengoprek sendiri smartphone saat rusak, layanan ini menawarkan lebih dari 200 suku cadang dan peralatan individual. Mulai dari sekrup pengaman seharga USD 0,10 per unit hingga layar Pro Max seharga lebih dari USD 300 atau berkisar Rp4,3 jutaan.

Melihat rate harganya, program Layanan Perbaikan Mandiri ini tampaknya tidak menawarkan penghematan yang signifikan untuk perbaikan iPhone yang paling umum seperti kasus layar yang retak.

Pasalnya, Apple mengenakan biaya USD 269,95 untuk bundel layar iPhone 13, yang berisi layar, kit sekrup, perekat, dan dua sekrup pengaman, dengan kredit USD 33,60 untuk mengembalikan layar yang rusak setelah diperbaiki, dengan biaya akhir USD 236,35. Perbaikan yang sama akan menelan biaya USD 279 jika Anda membawanya ke Apple Store, atau hanya berhemat sebesar USD 42,65.

Tak hanya suku cadang, dilansir dadi Engadget, pengguna bahkan dapat menyewa toolkit atau alat untuk bongkar pasang iPhone selama seminggu. Adapun harga yang ditawarkan USD 49 atau berkisar Rp 700 ribuan jika tidak ingin membeli alat sendiri.

Program ini akan diperluas Apple ke negara lain mulai akhir 2022, dimulai dengan Eropa. Sementara suku cadang, buku manual, dan toolkit untuk perangkat Mac belum tersedia.

Sebagai informasi, inisiatif Layanan Mandiri adalah respons yang jelas terhadap tekanan yang meningkat untuk mengadopsi kebijakan Hak untuk Memperbaiki (Right to Repair). Di Amerika Serikat (AS), pejabat tingkat federal dan negara bagian telah memberlakukan atau mengusulkan aturan Hak untuk Memperbaiki.

Kemudian, ada juga advokasi yang berkembang dari pelanggan dan email yang bocor menunjukkan bahwa produk Apple terkadang sulit untuk diperbaiki. Program ini secara teoritis mengurangi insentif untuk meloloskan undang-undang yang ramah perbaikan, dan mungkin melunakkan kritik publik secara keseluruhan.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Lonjakan Penumpang Roro Bengkalis Terjadi Jelang Libur Akhir Pekan dan Iduladha

Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.

46 menit ago

Libur Iduladha, Masuk Wisata Danau Raja Rengat Gratis hingga 1 Juni

Pemkab Inhu menggratiskan tiket masuk, parkir, dan tempat jualan di Wisata Danau Raja Rengat selama…

1 jam ago

Satreskrim Polres Kampar Ringkus Komplotan Pencuri Sapi, Kerugian Capai Rp72 Juta

Polres Kampar menangkap tiga terduga pelaku pencurian empat ekor sapi milik warga Kuok dengan kerugian…

1 jam ago

Iduladha 1447 H, Pedagang Kambing Kurban di Pekanbaru Keluhkan Penurunan Pembeli

Penjualan kambing kurban di Pekanbaru masih lesu saat Iduladha. Pedagang mengaku pembeli tahun ini menurun…

10 jam ago

Razia Pajak Kendaraan di Pekanbaru, Pengendara Menunggak Langsung Ditindak

Bapenda Pekanbaru menggelar razia pajak kendaraan dan menemukan banyak kendaraan menunggak pajak hingga tiga tahun.

10 jam ago

Muhammad Haris Resmi Dipilih Jadi Direktur PT SPR

Pemprov Riau menetapkan Muhammad Haris sebagai Direktur PT SPR dan Sri Irianto sebagai komisaris melalui…

10 jam ago