ILUSTRASI: AIDIL ADRI
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Malaysia kerap melakukan pengawasan terhadap keberadaan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Dari pengawasan tersebut tidak jarang penindakan tegas dilakukan petugas di sana.Seperti yang dialami Hasan, warga Kecamatan Tebingtinggi, Kepulauan Meranti, beberapa tahun lalu. Ia yang bekerja di Malaysia terpaksa dipulangkan karena kedapatan masuk ke negara tetangga itu secara ilegal.
Namun di balik kejadian tersebut mengisahkan cerita menarik dan kocak. Cerita Hasan, kejadian kocak itu berlangsung ketika para PMI dikumpulkan sebelum masuk ke dalam mobil tahanan menuju kantor petugas di Pontian, Malaysia.
”Ketika tertangkap itu kami disuruh berbaris. Namun ketika itu, salah seorang teman asal Jawa menjerit ketakutan dan menangis. Katanya ia takut dicambuk. Padahal itu nggak ada. Kejadian itu sontak mengundang gelak tawa kami. Tidak hanya kami, petugas Diraja Malaysia pun ikut tertawa,” ujarnya.
Sebelum dipulangkan, para PMI sempat dikarantina pada lokasi penampungan sebelum dipulangkan melalui Tanjungpinang, Kepri.
Hasan pun mengaku jera kerja di negeri tetangga. ”Kapok. Jera kerja di sana. Makanya kami tak pernah lagi memiliki keinginan kerja kembali,” ujarnya.(wir)
Jembatan Sungai Sinambek Kuansing ditutup karena rusak dan nyaris ambruk, namun pengendara masih nekat menerobos.
Jelang Imlek 2026, trafik Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar naik hingga 35 persen, arus ke Sumbar…
RS Awal Bros Hangtuah luncurkan Hair Center pertama di Riau, hadirkan solusi medis rambut berbasis…
Polres Siak gelar ramp check gabungan dalam Operasi LK 2026 untuk pastikan angkutan umum dan…
Tradisi bolimau adat di Luhak Kepenuhan jadi momentum sucikan diri dan pererat ukhuwah jelang Ramadan…
UIR gelar PkM bimbingan spiritual dan baca tulis Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas di Riau bekerja…