RIAUPOS.CO – Hingga saat ini, layang-layang menjadi permainan tradisional yang masih eksis di kalangan anak-anak hingga orang dewasa. Hanya saja perlu keahlian khusus untuk membuat dan menerbangkannya.
Seperti yang dilakukan Fahri ketika uji coba dalam menerbangkan layangan ciptaannya. Apalagi
ketika itu cuaca hari itu cuaca terang angin kencang. Hingga mengundang perhatian warga.
Kocaknya ia dikerumuni warga karena layangan itu gagal terbang pascatersangkut tepat di kabel listrik hingga menimbulkan ledakan dan kepula asap.
Naasnya, satu kecamatan terkena imbasnya akibat korsleting listrik karena benang layangan. Demikian cerita Manajer PLN ULP Selatpanjang, Richard Tambunan, Sabtu (20/7).
”Mati lampu sebab layangan. Pelakunya baru belajar main layangan. Belajar malah di permukiman padat. Jadi padam total satu kecamatan,” ujarnya.(wir)
Lima rumah Aspol Pekanbaru yang terbakar segera dibangun kembali lewat gotong royong lintas instansi, ditargetkan…
Polisi Kampar tangkap tiga pelaku, termasuk pasutri, dan sita senpi rakitan, amunisi, serta lebih dari…
Pemko Pekanbaru luncurkan layanan antar jemput pasien gratis pakai mobil dinas Wali Kota mulai 1…
Pemprov Riau siap membantu tiga daerah yang kesulitan membayar gaji dan THR ASN dengan tambahan…
Sampah menumpuk berhari-hari di Kuansing dan tak terangkut. Bupati siapkan sistem baru, sementara DLH akui…
Pemkab Inhil memastikan TPP dan THR ASN telah dibayar penuh sebelum Lebaran, tanpa tunggakan, untuk…