Mei 2025 lalu, Heri, mahasiswa salah satu universitas di Pekanbaru menghadiri acara kumpul bareng teman dan makan bersama. Ini dalam rangka silaturahmi antarsesama mahasiswa satu kelasnya.
Mei 2025 lalu, Heri, mahasiswa salah satu universitas di Pekanbaru menghadiri acara kumpul bareng teman dan makan bersama. Ini dalam rangka silaturahmi antarsesama mahasiswa satu kelasnya.
Dengan penuh semangat, Heri berangkat dari kosnya menuju lokasi. Sesampainya di tempat acara tersebut, ia sangat senang, karena akan dapat makan gratis.
Tiba-tiba ia mencium bau buah durian.
”Alamaaaak….!!! Bau buah durian,” teriaknya.
Heri memang sangat phobia terhadap buah durian karena baunya tersebut secara reflek langsung panik berlebih dan tidak bisa fokus. Ia langsung meninggalkan acara.
”Alamaaak…!!! Gara-gara bau buah durian, saya gak jadi dapat makan gratis,” katanya kesal.
Keesokan harinya, ia pun menceritakan alasannya tidak ikut acara tersebut saat ditanya temannya.
”Dulu saya masih bisa menahan bau durian yang tidak terlalu menyengat, tapi sekarang sedikit saja saya mencium bau durian, badan saya secara reflek langsung panik berlebih dan tidak bisa fokus melakukan apapun dan saya perlu waktu sedikit lama untuk menenangkan diri seperti semula,” katanya.(dof)
PMI Rohul dan OPD teken MoU untuk jaga stok darah RSUD. Targetkan 3.000 kantong per…
Pemkab Rohul usulkan 120 formasi CPNS 2026 ke Kemenpan RB. Tenaga kesehatan jadi prioritas untuk…
Kematian 30 ton ikan di Sungai Tapung disorot DPRD Kampar. Dugaan pencemaran diselidiki, hasil uji…
Suzuki hadirkan promo service “Back to Work” pascamudik dengan harga mulai Rp400 ribuan, berlaku hingga…
Kasus DBD di Bangko capai 38 orang, satu warga meninggal dunia. Petugas minta masyarakat tingkatkan…
Kebakaran dini hari hanguskan rumah makan di Kuansing. Kerugian capai Rp300 juta, sementara armada damkar…