Ilustrasi Rahmad/Adri
RIAUPOS.CO – Pucay (19) dan Manis (27) adalah kemenakan dan bibi. Keduanya punya hobi sama. Yaitu seni bermain peran atau akting. Bahkan keduanya telah bergabung dalam sebuah sanggar seni.
Suatu ketika, sanggar seni mereka mendapat order untuk mengisi acara pagelaran seni dalam rangka menyambut Hari Ibu. Sang manajer sanggar seni akhirnya menemukan ide seni apa yang akan ditampilkan dalam helat gelaran seni nantinya. Yakni kisah tentang anak durhaka, ”Malin Kundang”.
Pucay dan Manis pun dipercaya menjadi aktor utama. Pucay mengambil peran sebagai Malin Kundang dan Manis menjadi ibunya.
Siang dan malam, keduanya menghafal narasi dialog dalam drama tersebut. Bahkan, karena fokusnya, terkadang mereka pun tak sadar memperagakan akting di tengah jalan yang ramai orang berlalu-lalang.
Manis berujar, ”Malin, pulanglah, Nak. Ibu sudah lama menunggumu kembali”.
Lalu Pucay menyambut, ”Cis, siapa kau ini bu? Mengaku-ngaku sebagai ibuku. Aku ini orang kaya, mana punya ibu jelek dan kumal sepertimu”.
Manis pun menangis. Lalu ia berkata, ”Sungguh tega kau tak mau mengakui ibumu ini. Padahal, susah payah ibu melahirkanmu”.
”Orang tuaku telah lama tiada. Tiba-tiba kau datang mengaku sebagai ibu. Kalau kau mau harta, ini aku beri. Aku tak sudi punya orang tua sepertimu” tutur Pucay seraya melemparkan beberapa lembar uang pecahan seratus ribu rupiah kepada Manis.
Warga yang melintas dan melihat adegan itu geram dengan sikap Pucay. Mereka pun memarahi Pucay. Seorang pria bahkan menarik kerah Pucay.
”Woi…!!! Anak durhaka, tak pantas kau perlakukan ibumu seperti itu. Baru punya harta sedikit, sudah sombong sekali,” ujarnya.
Pucay dan Manis pun berhenti berakting di tempat keramaian itu. Manis pun menjelaskan kalau sebenarnya mereka sedang latihan menghapalkan dialog drama yang akan ditampilkan.
Mendengar penjelasan tersebut, warga pun meninggalkan mereka.
”Alamak…!!! Cuma akting kiranya. Kirain benaran. Lagian, kenapa latihannya di tengah jalan sih,” ujar pria yang tadi menarik kerah baju Pucay.(amn)
Dosen Unilak membekali siswa SMKN 1 Kandis dengan kemampuan digital branding dan menghitung HPP untuk…
Air Sungai Singingi kembali keruh setelah PETI diduga beraksi. Warga meminta aparat meningkatkan razia demi…
Tempuh 192 km selama 22 jam, tiga Goweser Paliko dari Payakumbuh dan Limapuluh Kota hadir…
Sebanyak 1.500 peserta meramaikan Gowes Merdeka 2026 di Pekanbaru dengan menempuh rute 17 kilometer hingga…
KPK menyerahkan Zulkarnain dan Ardiles ke jaksa dalam kasus suap jabatan Kuansing. Penyidikan masih dikembangkan…
Sebanyak 5.133 mahasiswa baru UIN Suska Riau mengikuti PBAK 2026 dengan pembekalan kepemimpinan, karakter, integritas…