ILUSTRASI: RAHMAD/ADRI
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Seperti biasa, sebelum masuk ke pabrik tempatnya bekerja, Riko dan pegawai lainnya wajib menyimpan handphone (HP) di loker yang telah disediakan. Aturan di pabrik tersebut memang tidak memperbolehkan karyawan memegang HP selama jam kerja.
Setelah jam kerja berakhir, Riko terkejut karena tidak menemukan HP miliknya di dalam locker. Hal itu pun membuatnya panik. Ia melapor ke teman-temannya. Info tersebut pun menyebar seantero pabrik.
”Kayaknya si anu lah yang ambil, dia kan pernah mencuri,” celetuk salah seorang pegawai lainnya.
Tuduhan pun mengarah ke berbagai pihak. Sampai akhirnya Riko meminjam HP temannya untuk menghubungi nomor HP-nya yang hilang.
Panggilan tersebut pun diangkat.
”Woy…!! Balikin HP aku sekarang,” uajr Riko kepada si pengangkat HP.
”Hallo. Balikin apa?” tanya orang yang mengangkat HP Riko.
”HP aku. Kau ambil kan?” tanya Riko lagi.
”Riko, HP kau tinggal di rumah. Ini mamak. Jangan mengada-ngada kau,” jawabnya.
”Alamak….!!! Mamak. Tinggal HP ku rupanya,” ujar Riko.
Ternyata HP Riko tertinggal di rumah. Ternyata tadi pagi ia hanya berhalusinasi menyimpan HP-nya di locker karena kebiasan. Ia pun langsung disoraki oleh rekan-rekannya.(azr)
Sebanyak 29 warga Belanda datang ke Desa Koto Kombu, Kuansing, untuk napak tilas sejarah keluarga…
Debit Sungai Kuantan di Kuansing mulai surut usai banjir dua hari. BPBD mencatat 526 rumah…
Riezka Rahmatiana dorong ketahanan pangan di Riau lewat pengelolaan lahan tidur menjadi lahan produktif bersama…
Rahmadani (13), bocah yang tenggelam di Sungai Kampar, ditemukan meninggal dunia setelah pencarian intensif selama…
Ratusan warga Bengkalis menyerbu pasar murah Minyakita dan beras SPHP. Stok cepat habis, pemerintah siapkan…
Sebanyak 267 pedagang pasar subuh mendukung relokasi sementara untuk penataan Pasar Induk Tembilahan agar lebih…