ILUSTRASI: RAHMAD/ADRI
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Jika musim hujan seperti saat ini, air meluap di mana-mana. Tak hanya di sungai, tapi juga di parit dan rawa-rawa. Kondisi pun kerap dimanfaatkan warga untuk menangkap ikan.Sebut saja Rio dan Leman. Kedua remaja yang tinggal di pedalaman di Indragiri Hilir (Inhil) ini memiliki hobi yang sama. Menangkap ikan secara tradisional.
”Sore ini kita pasang tajur ikan di parit sebelah kebun Pak Uwo,” ajak Leman kepada Rio.
Karena merasa satu kegemaran, Rio pun langsung mengiyakan ajakan Leman.
Hingga akhirnya mereka menyiapkan tajur ikan hingga beberapa unit.
”Kita cari umpan dulu,” kata Rio.
Setelah mendapatkan umpan, mereka langsung memasang tajur di lokasi yang disepakati. Hingga semua tajur terpasang mereka pulang ke rumah dan berencana kembali pagi besok.
Dari beberapa tajur yang dipasang tampak satu di antaranya yang bergoyang-goyang dengan kencang. Merasa senang, kedua sahabat ini berlari dengan kencang untuk mengangkat tajur tersebut. ”Itu pasti ikan besar. Cepat kita kejar,” teriak Leman.
Sesampainya di sana, mereka berdua kompakan hingga akhirnya tajur tersebut berhasil diangkat. Namun yang didapat bukannya ikan besar sebagaimana harapan mereka berdua.
”Alamak….!!! Kura-kura rupanya,” keluh Rio dengan raut wajah kecewa.(ind)
Oknum guru di salah satu SMAN Pekanbaru diduga melakukan pelecehan terhadap siswi saat kegiatan sekolah…
Disnaker Bengkalis dan Kuansing menetapkan pembayaran THR pekerja paling lambat H-7 Idulfitri 1447 H dan…
Whiz Prime Hotel Sudirman Pekanbaru hadirkan program Iftar Sahara dengan menu Timur Tengah dan Nusantara…
PTPN IV PalmCo melalui Regional III menggulirkan program intervensi stunting bagi 100 anak di Rohul…
Gara-gara knalpot motor bising, seorang siswa di Tempuling, Inhil dibacok tetangganya. Pelaku berhasil ditangkap polisi…
Spanduk kecaman terhadap kepala sekolah terpasang di SMPN 2 Batang Peranap. Akibatnya, siswa tak bisa…